English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Home » , , , , , , » Benarkah Satpam Dhuafa Ini Ranta ke Tanah Suci?

Benarkah Satpam Dhuafa Ini Ranta ke Tanah Suci?

Written By Blogs owner SidikRizal on Minggu, 19 Januari 2014 | 02.02

PERJALANAN HIDUP SEORANG SATPAM KOMPLEK PERUMAHAN YANG PENYABAR

ki-ka: Rasmaniawati, ibu kandung Ranta, Agus Winanto (Promotor Umroh), Ranta & istri Ranta
Sesungguhnya manusia itu suka sekali berkeluh kesah, padahal berapa lama sebenarnya dia hidup di dunia jika dibandingkan dengan segala nikmat yang akan dia terima jika bersabar dan beriman dengan ketetapan Allah Subhana wa Ta'ala?


Kehidupan di akhirat jauh lebih lama dan abadi, jika tidak mengetahui makna kesabaran, maka tak akan mengetahui makna tertinggi dari tugas manusia sebagai hamba Allah, yakni ikhlas.


Tahukah Anda ada berapa kata sabar yang tertulis di dalam ayat-ayat Al-Qur'an? Kata shabar di dalam Al-Qur'an itu berjumlah 114 kata. Menurut penelitian Dr. Tariq Al-Swaidan, dalam analisa lebih jauh dari semua ayat-ayat Alqur’an, menemukan bahwa kata shabar itu ada 114 kali berulang, dan bersamaan dengan kata kesusahan (hardship) sebanyak 114 kali di dalam Al-Qur'an.


Dalam Al-Qur’an ALLAH SWT memerintahkan untuk bersabar, seperti dalam ayat berikut ini :
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ

الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا<سورة الكهف :28

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi 18 : 28)

Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabb-nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat ALLAH SwT.

Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 114 kali disebut dalam al-Qur'an. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian ALLAH SwT, yang ALLAH tekankan kepada hamba-hamba-Nya

Banyak orang selalu berkata “kesabaran orang itu ada batasnya” pada saat sudah tidak dapat menahan amarah yang memuncak. Namun kesabaran dalam diri manusia sebenarnya tidak memiliki batas selama kita selalu percaya bahwa ALLAH selalu bersama orang-orang yang sabar, hanya saja kita yang membatasi kesabaran kita sendiri. Memang sabar bukan suatu yang sangat mudah bagi kita, tapi jika kita mau berusaha menjadi pribadi yang lebih sabar maka niscaya ALLAH akan selalu bersama kita.

Sesaat mewawancarai Ranta, seorang calon jama'ah umroh, di kediaman sederhananya di Kampung Pondok Benda RT 05 RW 02 Kelurahan Jatirasa sehari sebelum pelaksanaan syukuran (ratiban) hari Sabtu (18/Jan/2014), penulis merasa banyak hikmah tentang arti kesabaran yang didapat dari lelaki kelahiran tahun 1956 ini.

Lelaki yang pernah 15 tahun bekerja di pedalaman hutan Indramayu ini menceritakan tentang perjalanan hidupnya yang sarat dengan perjuangan keras dan penderitaan tiada henti, siapa sangka di usianya yang tidak muda lagi Ranta mendapatkan nikmat rezeki luar biasa untuk bisa berangkat ke tanah suci beribadah umroh. Satu hal yang tak pernah bisa dia lakukan kecuali hanya bisa bermimpi.

Namun karena kesabarannya yang luar biasa dan tiada pernah berhenti sedikitpun apalagi menyerah pada keadaan, Ranta yang kini telah mempunyai 3 orang cucu dari 3 orang anak ini, mengajarkan kepada kita betapa Allah SwT selalu menolong setiap hambaNya di saat tak terduga dan dan dalam segala kesulitan hidup yang mendera. Subhanallah, penulis merasa malu mendengar ceritanya yang penuh air mata itu.

Ranta dengan mata berlinang, sempat mengalami penyerangan bahkan pemukulan dari sosok yang disebutnya dengan setan dan iblis. Lelaki buta hurup yang tidak pernah sekolah ini, mengakui dia tidak belajar ilmu agama secara khusus, namun karena dia rajin menjalankan ibadah puasa sunnah Senin Kamis, tak jarang mendapatkan banyak ilmu dari  seorang guru ngaji yang memberinya pesan janganlah dia melawan jika dia berhadapan hawa nafsu yang angkara murka. Bersabarlah dan jangan ikuti hawa nafsu itu, lawanlah justru dengan ikhlas dan sabar.

Belum lagi pelajaran lainnya yang didapatnya di lain waktu, dimana dia mendapatkan mimpi dan menceritakan kepada orang yang dianggapnya sebagai gurunya itu. Ranta, yang akan berangkat umroh pada tanggal 30 Januari 2014 atas bantuan seorang tokoh Jatiasih ini, menceritakan mimpinya yang jadi kenyataan ini bermula dari dua tahun terakhir tentang "bakkah" dimana dalam mimpinya itu, lelaki yang bekerja sebagai satpam di komplek perumahan Villa Nusa Indah, Gunung Putri, Bojong Kulur, Kabupaten Bogor ini dia melihat banyak orang sedang melakukan sholat berkeliling pada satu batu (titik) yang dia tak tahu apa itu, baru belakangan hari seorang tua yang dianggapnya sebagai guru mengatakan, bahwa itu adalah Bakkah (Mekkah), pusat qiblat umat Islam seluruh dunia dalam mengarahkan ibadah sholatnya.

Nah dari mimpi inilah, Ranta menganggap apakah ini hanya sekadar mimpi seorang "kecil" (demikian dia sering menyebut dirinya) yang mustahil bisa kesampaian. Hal ini menjadi beban pikirannya, sehingga tak jarang dia terlihat termenung memikirkan mimpinya yang begitu merasuk hati itu. "Apakah mungkin aku bisa pergi ke tanah suci?" bisikan dalam benaknya tak kunjung henti.

Namun Allah rupanya menjawab pertanyaan dan do'anya. Tingkahnya selama beberapa bulan dimana dirinya sering termenung saat bertugas jaga sebagai satpam, ada Agus Winanto, yang memang baru pertama kali melihatnya sedang termenung di pinggiran kali, saat sedang bersepeda dengan celana pendek di kawasan komplek perumahan ujung perbatasan ujung Jatiasih Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor itu.

Agus Winanto, sebagai warga yang pernah tinggal di kawasan komplek perumahan Villa Nusa Indah, hanya sekadar menyapa melihat Ranta termenung di gardu pos jaganya yang berada di pinggir kali kecil komplek perumahan itu.

Dan di situlah Ranta mendapatkan kabar gembira tak terduga, sesaat setelah Agus Winanto menawarkan bantuan untuk pergi umroh ke tanah suci yang telah menjadi impiannya selama setahun terakhir. Agus Winanto yang akrab dipanggil pak Agus ini mengatakan, "Jika nanti saya ada rezeki, maukah Aki (panggilan akrab Ranta di lingkungan warga) pergi berangkat umroh ke Mekkah atas biaya saya sepenuhnya?", tanyanya yang bagai petir memecah ketermenungannya selama ini.

Tak mampu berbicara dan tak percaya dengan tawaran Agus Winanto, Ranta hanya bisa menahan air mata agar tak tumpah keluar karena saking terharunya. Namun saat menceritakannya kepada webrizal.com, Ranta sempat menitikkan airmatanya.

Dia jadi teringat dengan pesan dari gurunya tentang arti dari kesabaran yang tidak ada batasnya. "Guru saya yang pernah bertemu dengan saya dan istri di depan rumah satu ketika pernah berpesan agar selalu bersabar bersama dan tiada batas," ujarnya yang mungkin dia maksud adalah bersabar dalam kebersamaan.


Memperhatikan cerita Ranta, lelaki kelahiran Jatiasih Kota Bekasi ini yang selalu mau bekerja apa saja selama masih halal dalam menghidupi dan menafkahi anak istrinya ini, webrizal mengutip sebuah ayat Al-Qur'an tentang kesabaran, sebagai berikut:



رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." (QS. 2:250)

Jika ada dimana ada penderitaan, maka disitulah kita harus bersabar dan tetap terus berikhtiar, tanpa memikirkan bagaimana nanti Allah akan memberikan pembalasannya atas kebikan dari sifat sabar tersebut.

percayakah Anda, kesabaran Ranta yang tiada pernah habis adalah karena ditempa keras oleh pedihnya kehidupan, dan dia sangat yakin bahwa segala ujian kepahitan hidup ini akan segera berakhir, meski kadang terasa tiada pernah berakhir.

Apakah Anda bisa sesabar Ranta, sang dhuafa yang sudah tak muda usia, namun secara ajaib bisa pergi berangkat umroh ke Tanah Suci Mekkah al Mukaromah ini? Silakan kita bercermin dengan diri kita sendiri.

Sidik Rizal - webrizal.com

0 komentar:

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. webrizal.com - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger