English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Gue memang bukan tukang bubur, kenapa lo panggil pak Haji? Aku dari Keluarga Yatim yang Bahagia Mencari 3 mantra seorang komika Ronny Hermawan, SH. Partai Demokrat Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 H.M. Pariyo, SE. MSi, owner PT Multi Mineralindo - PANJA Group Drs Thamrin Usman, MSi - Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Partai Hanura Drs Thamrin Usman, MSi - Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Partai Hanura Murfati Lidianto, SE Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019, Partai Gerindra H.M. Zaini, Caleg Golkar DPRD Kota Bekasi dapil 5, Bekasi Barat & Medan Satria Gurindam 12 Raja Ali Haji Fi Sabilillaah Sejarah Raja Ali Haji Fi Sabilillah Gue Emang Kayak Gini, Masbuloh?
webrizal.com is the cybermedia company © copyright 2007-2015. Diberdayakan oleh Blogger.

Tips MENCARI WANITA BAIK utk jadi ISTRI

Sabtu, 25 Juni 2016

Mencari calon istri sholehah itu gampang banget. Yang susah itu mencari, yang mau.

Buat cowo, harus tahu bahwa sebuah rumah tangga yang baik itu harus ada sakinah, mawaddah wa rahmah. Kalo ketiganya sudah ada, baru kita bisa mencari istri ke-empat.

Namanya bebas, boleh RAISA. Raisa opo-opo, sing penting sholehah.
Atau Agnes Monica. Monikah kagak sama kita?
Atau Maudy Ayunda. Maudy siapa? Betul, Maudi madu.

Women tend to prefer men with a good sense of humor because it's associated with intelligence and honesty. Ini berarti, kalo ceweknya gak suka cowo humoris, ada 3 sebab:
3. Si cowok statusnya miskin.
2. Si cowok mukanya jelek.
1. Ceweknya blo'on (Jahiliyah)

Tapi dimana-mana, yang namanya cowok humoris itu pasti cerdas dan jujur. Jadi gak mungkin dia itu miskin.

Jadi biasanya cowo humoris itu lucu dan kaya. 

Yang penting cowok humoris itu PASTI lucu dan kaya. wajah jeleknya, bisa dimaafkan.

Yang penting cowo humoris itu PASTI lucu & kaya.
Wajah jelek bisa dimaafkan. Kalo gk percaya tanya pacarnya @GePamungkas 

"Maaf pak Ustadz, tapi kok teman saya walaupun humoris, kok dia gak kaya raya?"
- Berarti dia humoris, tapi belum LUCU.

"Gak juga Ustadz, dia itu lucu banget...!?"
- Tapi dia belum kaya dari kelucuannya?

"Ya belum lah Ustadz, emang pelawak bisa kaya?"
- Berarti dia belum selucu stand up comedian. Kalo pelawak belum tentu selucu stand up comedian, berarti dia belum kaya banget.

"Maksudnya kalo ada komik stand up comedy yang gak kaya, berarti dia belum lucu gitu?"
- Biasanya begitu. Kalo gak dia itu blo'on, pelawak jadul atau pelawak jadul yg blo'on.

Jika nanti saya jadi raja minyak, mau juga nikah dengan 4 cewek sekaligus dalam 1 hari, kek ini https://www.brilio.net/cinta/pria-ini-dikabarkan-nikahi-4-wanita-dalam-sehari-luar-biasa-160624e-splitnews-2.html
Masalahnya adalah saya raja muka berminyak.

Jika ada cewe membullymu depan umum, bertindaklah lembut seperti Cinta membalas Rangga,
tatap matanya tajam, katakan dengan lembut: "Apa yg telah kamu lakukan itu JAHILIYAH!"

Jika ada anak kecil nyebelin main lari-larian di pesawat yang sedang dalam penerbangan,
tangkap tangannya, lalu bisikkan dengan lembut "Nak, main di luar sana gih!"

Surga lelaki itu dikelilingi banyak bidadari.
Surga perempuan itu dikelilingi banyak harta.
Pasti kalian belum pernah ngerasain surga kan?
Kasian banget sih lo.... hahaha... sama... saya juga belum
Kan kita belum pernah mati syahid?

It takes 5 parts of your brain to understand and laugh at a joke.
Artinya apa, kalo kalian gak bisa ketawa dengan sebuah joke, berarti ada 1 bagian atau lebih dari otakmu yang tidak bekerja dengan benar. Faham? #Jahiliyah

Demi 12 milyar, Saya juga mau PAKE JILBAB.
Masalahnya mau gak TEMAN AHOK, selain kumpulin KTP, ngucapin SYAHADAT?

Dalam stand up comedy itu prinsip dasarnya harus ada : SETUP + PUNCH.
Sedangkan Lenong BETAWI, cuma ada : SETDAH + PAN DIMARI LUCUNYA

#Cerita6Kata
Aku cinta padamu,
Kau hancurkan diriku.

*aaaah ini bukan gue! GANTI

Aku cinta kamu,
kamu cinta hartaku.

I've read The Greg Dean's book, Step by Step to Stand Up Comedy. Now I know how to kill... and NOT TO BOMB. That's what ex-terrorists do.

Simulasi Nilai Cash Flow Usaha Kuliner Waralaba.

Sabtu, 30 Januari 2016

Begitu banyaknya permintaan para klien dan awak media ketika mereka hendak mengetahui bagaimana menghitung pendapatan dan cash flow usaha waralaba maupun usaha kuliner dengan sistem kemitraan yang menggunakan cara BO (business opportunity).

Sebagai konsultan usaha kuliner, saya merasa bertanggung jawab memberikan penjelasan keuntungan yang mungkin didapat dengan tingkat pengembalian modal yang komprehensif. Sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam memperkirakan berapa nilai investasi yang akan dipilih sesuai dengan target pribadi sang investor baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk kolega sesama investor yang hendak diajak berkolaborasi.

Agar mudah memahaminya, kami akan menyajikan dalam bentuk simulasi nyata beberapa usaha kuliner yang memang diwaralabakan maupun dibuka kesempatan usaha dengan sistem BO, seperti Martabak Bangka Favourite Pak Udin, Bakso Malang Cak Tio, Bakmie Djawa Mbokde Moelyo, Steak Kiloan, Mr. Steakso, Mr. Stick, Rumah Makan Seafood Fitri, Warung Soto Khas Lamongan Lestari.

Berikut ini simulasi penghitungan invvestasi terhadap tingkat pengembalian modal dengan parameter, jumlah kapasitas tamu yang datang, kapasitas produksi dapur, kapasitas kinerja karyawan dan pembiayaan tetap lainnya berdasarkan jenis investasi dan besarnya nilai investasi.

SIMULASI USAHA KULINER
Nilai Investasi : Rp 50 juta
Contoh nama merk usaha :
jenis usaha kuliner :

Perkiraan Pembiayaan :
Biaya overhead harian :
Biaya variabel harian :
Biaya konstan harian :
Fee manajemen pendampingan :
Fee royalti :

Perkiraan Pendapatan :
Jumlah tamu :
Jumlah produk :
Jumlah omzet :

Okupansi : antara skala 5% sampai dengan 70%




Groseri Definisi :

Okupansi : persentase perkiraan jumlah pemasukan, berdasarkan kapasitas tamu yang datang, jumlah produk yang terjual atau omzet per hari.

(typing in progress....)








Peluang Usaha Bakmi Jawa

Kamis, 28 Januari 2016

Selain bisa menjadi obat kangen kampung halaman, ternyata bakmi jawa juga mendatangkan peluang bisnis. Bila Anda tertarik, ada beberapa tawaran kemitraan usaha bakmi dengan rasa khas ini. Tetap cermati baik-baik tawaran mereka.

Anda yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta pasti sudah akrab dengan bakmi jawa. Di kedua wilayah tersebut, hidangan ini begitu melegenda. Beda dengan hidangan berbahan mi lain, bakmi jawa memiliki citarasa khas kampung halaman, khususnya rasa bakmi godok alias bakmi rebus.

Rasa bakmi jawa terasa istimewa lantaran hidangan dilengkapi telur bebek plus suwiran daging ayam kampung. Apalagi, kebanyakan peracik bakmi jawa masih memakai arang sebagai bahan bakar, sehingga aroma nya menggugah selera. Tak heran kalau banyak yang kepincut dengan menu ini. Konon mendiang Presiden Soeharto merupakan salah satu penggemar berat bakmi jawa.

Yogyakarta merupakan gudangnya penjual mi jawa. Di Kota Pelajar ini bertebaran warung bakmi jawa. Lantaran identik dengan Yogyakarta, umumnya para penjual bakmi jawa memakai embel-embel Yogya sebagai merek dagang ketika hidangan ini bermigrasi ke berbagai kota.

Nah, kalau Anda berminat juga menjadikan masakan khas kampung ini sebagai tambang uang, ada beberapa tawaran kemitraan yang bisa Anda pertimbangkan. Memang, sih, Anda harus keluar uang cukup besar untuk membeli kemitraan. Tapi keuntungannya Anda tak susah-susah menyediakan perlengkapan dan bahan baku lantaran sudah disiapkan pemilik kemitraan. Selain itu Anda juga akan mendapat pelatihan cara mengelola bisnis ini.

Namun yang penting Anda perhatikan adalah soal citarasa bakmi jawa yang bakal Anda jual. Ini penting karena kalau produk yang Anda jual tidak memuaskan pelanggan, mereka tidak bakal kembali.

Nah, sekadar gambaran, berikut tawaran waralaba bakmi jawa khas Yogyakarta.
BAKMIE DJOWO MBOKDE MULYO
Lokasi di Pulogebang Cakung, Jakarta Timur, seperti liputan berikut ini:
Bakmi jawa Yogya Mbah Tarmo
Memulai usaha sejak 2008, Dwi Sriyanto mengembangkan bisnis bakmi khas Yogyakarta bermerek Bakmi Jawa Yogya Mbah Tarmo. Dwi bercerita, gerai bakmi jawa miliknya yang pertama berdiri di Surabaya, Jawa Timur. “Baru pada akhir tahun 2009 kami menawarkan skema kemitraan,” ujar dia.

Lewat strategi ini, gerai Bakmi Mbah Tarmo berkembang cukup pesat. Dari tujuh cabang Bakmi Jawa Mbah Tarmo, lima di antaranya merupakan gerai milik mitra usaha Dwi.

Mereka berlokasi di Bekasi, Solo, Sidoarjo, Samarinda, dan Ambon. “Dalam waktu dekat akan ada lagi mitra baru yang buka cabang di Semarang,” kata cucu Mbah Tarmo ini.

Dwi mengklaim, bisnisnya berkembang karena kemitraan ini tidak memungut royalti fee atau beban biaya lain. “Tapi mitra wajib membeli bahan baku dari kami,” ucap dia.

Selain mi nyemek (godok), Dwi juga menyediakan menu lain seperti mi goreng, bihun goreng, bihun nyemek, dan nasi goreng. Bakmi Jawa Mbah Tarmo mematok harga Rp 8.000-Rp. 8.500 per porsi.

Bakmi Mbah Tarmo menawarkan empat paket kemitraan selama lima tahun. Dalam setiap paket tersedia peralatan dan perlengkapan yang berbeda, baik dari segi item maupun jumlah. Prinsipnya, semakin mahal paket yang dipilih, peralatan yang dikirim juga semakin komplit.
Tawaran paket pertama adalah tipe gerobak tenda dengan nilai investasi Rp 20 juta. Fasilitas untuk paket ini berupa gerobak, tenda, meja, kursi, banner, piring makan, dan perlengkapan lainnya.

Jika memilih paket ini, mitra harus menyiapkan lokasi usaha seluas 12 meter persegi (m²). Hitungan Dwi, mitra yang mengambil paket ini bisa balik modal setelah enam bulan sejak usaha berjalan. Itu dengan asumsi mitra bisa menjual sekitar 50 porsi bakmi per hari. Dengan penjualan sebanyak itu, mitra bisa meraup omzet kotor sekitar Rp 425.000 per hari atau Rp 12,7 juta per bulan. “Laba bersih yang diterima mitra sekitar 30% dari omzet,” ujar Dwi.

Paket berikutnya adalah tipe food court. Tarif paket ini mencapai Rp 30 juta. Dalam paket ini, mitra harus menyiapkan lokasi usaha minimal 9 m² - 15 m². Tambahan perlengkapan yang mitra peroleh antara lain kulkas dan kompor gas. Dwi meramal, mitra bisa balik modal dalam waktu delapan bulan. Dengan asumsi, si mitra mengantongi omzet Rp 500.000 per hari.

Ada pun paket konter bakmi dalam ruangan membutuhkan investasi dari mitra senilai
Rp 40 juta. Lokasi usaha minimal 20 m² - 40 m². Dalam paket ini, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu 10 bulan, dengan asumsi omzet per hari mencapai 700.000.

Sedangkan paket mini resto mengharuskan Anda menyetor duit sebesar Rp 60 juta. Lokasi usahanya minimal 40 m² - 80 m². Mitra bisa balik modal dalam waktu 12 bulan dengan omzet Rp 800.000 per hari. Untuk dua paket itu, mitra mendapat perlengkapan usaha yang lebih komplet lagi, seperti jumlah kursi dan meja yang lebih banyak, kulkas, freezer, dan perlengkapan lain.


Bakmi jawa Gunung Kidul
Anda juga bisa melirik tawaran kemitraan dari Bakmi Jawa Gunung Kidul. Selain berlaku selamanya, kemitraan ini juga tidak mengutip royalty fee maupun beban biaya lain.

Gerai bakmi ini sudah berdiri sejak 15 tahun silam. “Saat pertama kali buka kami langsung menawarkan kemitraan,” ujar Kosasih, pemilik Bakmi Jawa Gunung Kidul.

Jumlah mitra usaha Bakmi Gunung Kidul pernah mencapai 24 gerai, tapi kini tinggal tersisa empat mitra. “Selama ini kami kurang fokus, sibuk mengurus bisnis lain,” ujar Kosasih.

Nah, tahun ini Kosasih akan fokus lagi mengembangkan konsep kemitraan bakminya. Ia pun mulai memperbarui standar kemitraan. Misalnya, tidak lagi memungut royalti fee 10%, seperti pernah ia terapkan pada mitra-mitra terdahulu. Untuk menjadi mitra Bakmi Jawa Gunung Kidul, Anda harus menyiapkan duit Rp 48 juta. Dari setoran modal sebesar itu, Rp 10 juta akan kembali dalam bentuk perlengkapan, seperti gerobak, meja, kursi, piring, gelas, sendok, wajan, pisau, dan termos nasi. Sedangkan
Rp 8 juta untuk biaya membeli mesin pembuatan mi. Sisanya dipakai biaya pelatihan karyawan, bahan baku awal, pendampingan usaha, dan joining fee.

Menu di Bakmi Gunung Kidul cukup bervariasi. Di antaranya ada bakmi goreng, bakmi rebus, nasi goreng sewiwi (sayap), bakmi sewiwi, bakmi brutu,
dan nasi goreng brutu. Harga per porsi antara Rp 13.000 -
Rp 17.000.

Dalam hitung-hitungan Kosasih, mitra usaha bisa balik modal dalam waktu tiga bulan. Syaratnya, sang mitra bisa mengantongi omzet Rp 45 juta per bulan. Laba bersih yang bisa dibawa pulang sekitar 40% dari omzet. “Lokasi usaha harus strategis,” kata Kosasih.


Bakmi jawa Pak Man
Selain pola kemitraan, Anda bisa memilih skema waralaba. Adalah Murlidi yang menawarkan waralaba Bakmi Jawa Pak Man. Murlidi merintis usaha ini sejak 1987 di Yogyakarta, namun baru pada 2005 ia mulai menawarkan waralaba.

Hingga kini, Bakmi Jawa Pak Man sudah memiliki empat mitra yang tersebar di Yogyakarta, Cirebon, Magelang, dan Madiun. “Dalam waktu dekat akan ada mitra yang membuka gerai di Wonosobo,” kata Murlidi.

Bakmi Jawa Pak Man menawarkan waralaba untuk jangka waktu empat tahun. Modal yang dibutuhkan untuk menjadi terwaralaba hanya Rp 15 juta. Berbekal uang sebesar itu, mitra mendapatkan pelatihan karyawan dan bahan baku awal untuk pelatihan.

Di luar itu, ada juga fasilitas peralatan masak seperti anglo dan wajan. Peralatan yang diberikan memang masih minim. Makanya, terwaralaba harus menyiapkan sendiri perlengkapan lain seperti meja, kursi, dan kulkas. Selain itu, terwaralaba juga harus menyiapkan lokasi usaha sendiri.

Menurut Murlidi, lokasi usaha harus dekat area bisnis atau wilayah lain yang strategis. Paling tidak berada di jalan raya, ruko, dan pertokoan.
Setelah usaha berjalan, Murlidi akan memungut royalty fee 3% dari total omzet. Biaya ini disetor setiap bulan. Terwaralaba juga wajib membeli bumbu dari dari Bakmi Jawa Pak Man. €œHarga bumbu hanya Rp 49.000 per kilogram. Bumbu sebanyak itu bisa dipakai untuk 60 porsi lebih,€ kata Murlidi.

Menu Bakmi Jawa Pak Man terdiri dari bakmi rebus, bakmi goreng, dan bakmi nyemek. Murlidi membanderol menu tersebut Rp 10.000 per porsi. Dengan harga jual sebesar itu, terwaralaba bakal mencapai titik impas setelah usaha berjalan empat bulan. Itu dengan asumsi omzet terwaralaba Rp 30 juta per bulan.

Dari omzet sebanyak itu, terwaralaba bakal mendapat laba kotor 30% per bulan. Tapi, ingat, dari laba itu masih harus dipotong royalti 3%.

Martabak Favorit Bangka Pak Udin

Minggu, 17 Januari 2016

Tawarkan Kemitraan Bisnis Kuliner Martabak Berkonsep Booth, Kafe dan Resto

Siapa sih yang tak suka makanan yang satu ini yaitu martabak. Jajanan yang tersebar hampir di seluruh Indonesia ini memang sangat terkenal dan selalu menjadi favorit. Tak ayal bila kemudian banyak orang kemudian menjadikan kuliner yang satu ini sebagai salah satu menu usaha atau bisnis. Dengan kepopulerannya, martabak memang sangat mungkin untuk menghasilkan omset bisnis yang luar biasa.

Salah satu usaha atau bisnis martabak yang telah sukses menunjukkan eksistensinya adalah Martabak Favorit Bangka. Dengan konsep kafe yang didirikan sejak tahun 1984, Martabak Favorit Bangka ini telah mampu menghasilkan omzet yang sangat besar. Lalu seperti apakah konsep usaha yang dijalankan Martabak Favorit Bangka ini? Berikut ulasannya.

Menu Martabak Favorit Bangka

Martabak Favorit Bangka adalah usaha yang dikembangkan oleh Udin atau akrab dipanggil Mas Udin dari bulan Juni tahun 1984 di Durenjaya, Bekasi tepatnya depan pintu gerbang timur perumahan umum BTN Durenjaya. Menu utama dari sajian Martabak Favorit Bangka yaitu martabak manis dan martabak telor. Menu martabak manis sendiri ada 48 varian rasa seperti cokelat, wijen, kacang, green tea, pisang, special butter dan lain-lain.

Dari sekian varian rasa tersebut, special butter menjadi menu favorit dari Martabak Favorit Bangka. Martabak manis Favorit Bangka yang dipatok hargnya antara Rp 5.000 – Rp 35.000 per porsi ini memiliki ukuran yang berbeda-beda yaitu dari ukuran kecil yang disebut unyil, reguler dan large. Sedangkan untuk martabak telor memiliki harga antara Rp 18.000–Rp 65.000 per porsi.

Membuka Penawaran Kemitraan Usaha

Dengan semakin membesarnya usaha Martabak Favorit Bangka, maka sejak tahun 2009 silam Udin membuka jalinan #kemitraan. Dengan potensi pasar martabak yang besar, Udin meyakini usaha ini menjanjikan. Tak ayal bila kemudian saat ini Udin telah memiliki ratusan mitra yang telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Dengan rata-rata omzet Rp 1 juta hinga Rp 4 juta per hari, mitra diyakini bisa mencapai BEP atau balik modal dalam setahun saja.

Dalam kerjasama ini sendiri ada tiga jenis kemitraan yang bisa dipilih yaitu paket Rp 70 juta, paket Rp 150 juta, dan juga paket Rp 250 juta. Pada paket Rp 70 juta, Martabak Favorit Bangka mengusung konsep booth. Pada paket ini mitra akan mendapat fasilitas antara lain booth/gerobak, peralatan masak yang terdiri dari dua loyang, satu kompor stoples, x-banner, bahan baku, seragam dan pelatihan. Jika mitra memilih paket Rp 150 juta maka mitra akan mendapatkan konsep kafe dengan fasilitas lebih banyak dari paket booth seperti mendapat 24 kursi dan 8 meja plus desain interior.

Sedangkan untuk paket #investasi Rp 250 juta maka mitra akan mendapatkan bisnis brand Martabak Favorit Bangka dengan konsep resto. Pada paket tertinggi ini mitra juga akan mendapatkan fasilitas 48 kursi, 12 meja, desain interior, dan meja kasir.

Jika pada paket investasi konsep kafe mitra hanya diperbolehkan menjual minuman botol, maka pada paket investasi konsep resto ini mitra diizinkan untuk menjual aneka minuman jus. Namun yang harus diingat oleh mitra adalah pada paket resto ini mereka akan dikenakan royalty fee 5% dari laba.

Balik Modal Dalam Satu Tahun

Dalam kerjasama kemitraan ini mitra diyakini bisa balik modal atau mencapai BEP (Break Even Point) dalam waktu satu tahun. Estimasinya sendiri berbeda-beda tergantung paket investasi yang dipilih. Seperti pada paket investasi paket booth maka ditargetkan mitra bisa meraup omzet Rp 1 juta– Rp 1,5 juta per hari. Sementara untuk paket kafe mitra diyakini bisa meraup omzet antara 2,5 juta–Rp 3,5 juta per hari.

Ada pun mitra yang mengambil paket resto maka ia bisa memperoleh omzet hingga Rp 4 juta per hari. Dengan rata-rata laba bersih sekitar 16%-20%, maka pihak manajemen Martabak Favorit Bangka meyakini mitra bisa balik modal dalam waktu satu tahun.

Martabak Favorit Bangka
Depan Perumahan BTN Durenjaya, Bekasi
HP. 0813.8538.6583

Sumber : maxmanroe.com

Peryaratan Pengajuan di Pengadilan Agama

Selasa, 22 Desember 2015

PERSYARATAN PENGAJUAN GUGATAN / PERMOHONAN, DLL
KANTOR PENGADILAN AGAMA
JAKARTA TIMUR.

A.CERAI/TALAK
1. Surat Permohonan Talak rangkap 8
2. Fotokopi KTP Pemohon; bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
3. Fotokpi Surat Nikah; bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
4. Surat Keterangan Ghoib (jika yang termohon tidak diketahui alamat tempat tinggalnya yang pasti); bermaterai Rp 6.000,- (blanko)
5. Surat Keterangan Izin Cerai dari Atasan/Instansi (jika pemohon PNS/POLRI/TNI)

B.CERAI GUGAT
1. Surat Gugatan Cerai rangkap 8
2. Fotokopi KTP; Pemohon bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
3. Fotokpi Surat Nikah; bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
4. Surat Keterangan Ghoib (jika yang termohon tidak diketahui alamat tempat tinggalnya yang pasti); bermaterai Rp 6.000,- (blanko)
5. Surat Keterangan Izin Cerai dari Atasan/Instansi (jika pemohon PNS/POLRI/TNI)

C.POLIGAMI
1. Surat Permohonan rangkap 7
2. Surat Pengantar Lurah/Desa
3. Surat Keterangan Sanggup Dimadu dari Istri; bermaterai Rp 6.000,-
4. Surat Keterangan Sanggup Berbuat Adil dari Suami; bermaterai Rp 6.000,-
5. Fotokopi KTP Pemohon, Termohon, Calon Istri bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
6. Fotokopi Buku Nikah; bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
7. Surat Keterangan Penghasilan Suami; bermaterai Rp 6.000,-
8. Surat Keterangan Tidak Ada Hubungan Darah/Nasab antara Suami, Istri dan Calon Istri; bermaterai Rp 6.000,-

D.DISPENSASI KAWIN
1. Surat Permohonan rangkap 7
2. Surat Pengantar Lurah/Desa
3. Surat Penolakan dari Kantor Urusan Agama (KUA); bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
4. Fotokopi KTP Pemohon
5. Fotokopi Akte Lahir yang akan menikah; bermaterai Rp 6.000,- Cap Pos (Nazegelen)
6. Fotokopi KTP yang akan menikah; bermaterai Rp 6.000,- Cap Pos (Nazegelen)
7. Fotokopi Buku Nikah Ayah Pemohon; bermaterai Rp 6.000,- Cap Pos (Nazegelen)

E.WALI ADHOL
1. Surat Permohonan rangkap 7
2. Surat Pengantar Lurah/Desa
3. Surat Pengantar dari Kantor Urusan Agama (KUA); bermaterai Rp 6.000,- Cap Pos (Nazegelen)
4. Fotokopi KTP yang akan menikah (Pemohon & Calon); bermaterai Rp 6.000,- Cap Pos (Nazegelen)

F.PENGANGKATAN ANAK
1. Surat Permohonan rangkap 8
2. Fotokopi KTP Pemohon
3. Fotokopi KTP Orangtua Kandung
4. Fotokopi Buku Nikah Orangtua Kandung
5. Fotokopi Buku Nikah Pemohon
6. Surat Pernyataan dari Orangtua Kandung; asli bermaterai Rp 6.000,-
7. Akte Lahir anak.

G.PERMOHONAN PENETAPAN AHLI WARIS
1. Surat Permohonan rangkap 8
2. Surat Keterangan Ahli Waris dari Lurah/Desa
3. Fotokopi Akte Kematian dari Kantor Catatan Sipil bermaterai Rp6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
4. Fotokopi Buku Nikah yang meninggal bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
5. Fotokopi KTP pemohon (Ahli Waris) bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
6. Fotokopi Akte Lahir pemohon(Ahli Waris) bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
7. Fotokopi bukti harta kekayaan (rekening, surat tanah dll sejenisnya) + Cap Pos (Nazegelen)

H. PERMOHONAN WALI PENGAMPU
1. Surat Permohonan rangkap 8
2. Surat Pengantar dari Lurah/Desa
3. Fotokopi KTP pemohon bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
4. Identitas yang diampu (Surat keterangan dari Lurah/Desa)
5. Fotokopi Akte Lahir yang diampu bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
6. Fotokopi Surat Kematian Ayah/Ibu bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
7. Fotokopi Buku Nikah Orangtua bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
8. Surat Keterangan Hubungan Pengampu dan Yang Diampu (dari Lurah/Desa)
9. Surat Keterangan Penghasilan bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)

I.PERMOHONAN ISBAT/PENGESAHAN NIKAH
1. Surat Permohonan rangkap 8
2. Surat Pengantar Lurah/Desa
3. Fotokopi KTP Suami/Istri bermaterai Rp 6.000,- + Cap Pos (Nazegelen)
4. Surat Keterangan Lurah/Desa bahwa yang bersangkutan sudah benar-benar menikah bermaterai Rp 6.000,-
5. Surat Keterangan dari Kepala KUA tempat menikah yang menyatakan Registernya rusak/hilang bermaterai Rp 6.000,-
6. Surat Keterangan Kematian dari suami/istri (Jika yang bersangkutan sudah meninggal dunia).

J.PERWALIAN ANAK
1. KTP Pemohon + Fotokopi
2. Surat Permohonan 8 rangkap
3. Surat Keterangan Kematian / Akte Cerai / Buku Nikah
4. Fotokopi Kartu Keluarga
5. Fotokopi Akte Lahir anak

K.GUGAT HAK ASUH ANAK (HADLONAH)
1. KTP Penggugat
2. Surat gugatan rangkap 8.
3. Akte Cerai & Salinan Putusan
5. Akte Lahir anak

L.GUGAT HARTA BERSAMA (GONO-GINI)
1. KTP + fotokopi
2. Buku Nikah / Akte Cerai
3. Fotokopi Akte Kepemilikan

Untuk PIHAK Termohon/Tergugat yang tidak diketahui alamat tempat tinggalnya, pendaftaran permohonan cerainya harus menggunakan Surat Keterangan Lurah/Desa (Model PM1).

Maksud/Keperluan: Yang bersangkutan akan mengurus perceraian di Pengadilan Jakarta Timur, terhadap suami/istrinya yang bernama............ yang saat ini tidak diketahui tempat tinggalnya yang pasti (GHOIB).

Siapapun Cagubnya Yang Penting Cawagubnya

Selasa, 03 November 2015

SIAPAPUN CAGUBNYA, MAKA CAWAGUB YANG PEGANG PERANAN

Saat kita harus memilih siapa yang bakal menjadi calon gubernur ibukota, maka segala macam isyu pun bertebaran. Karena memang siapapun calon gubernurnya, maka dia dapat dipastikan akan menjadi kandidat capres di tahun mendatang. Ini disebut Jokowi Effect Domino.

"Ah terlalu lebay itu...!" demikian sebagian besar orang merespon pernyataan saya tentang siapapun yang akan menjadi gubernur  maka dia adalah kandidat kuat calon presiden mendatang. Saya berharap Anda setuju dengan premis seperti itu. jika tidak, maka inilah yang akan saya tulisakn untuk meyakinkan Anda dengan premis tersebut.

Ada beberapa kandidat cagub yang akan bertarung di pilkada 2017 mendatang. Para Cagub ini pun tentunya sedang mencari cawagub yang seide, selevel dan bisa bersinergi memperkuat perolehan suara dengan semangat keterbukaan dan tentunya akseptabilitas publik disamping elektabilitas dan aksesibilitas kandidat sebaga mitra kampanyenya.

Sedikitnya ada beberapa nama cagub seperti Ahok (Basuki Thahaja Purnama), Adhyaksa Dault, Ridwan Kamil, termasuk H. Lulung pun masuk bursa, termasuk NachrowiRamli. Tapi itu tidak seberapa, sebuah lembaga survey populer seperti Cyrus Network mengeluarkan tiga nama populer yang bakal calon gubernur DKI, di samping nama Ahok dan Ridwan Kamil, Cyrus menaikkan nama walikota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Aneh kan? Sepertinya nuansa black campaign sudah mulai tercium di awal waktu, mendengar nama ini mencuat.

Sedangkan menurut media televisi seperti MetroTV, mengeluarkan beberapa nama kandidat yang tak kalah populer, seperti Adhyaksa Dault (PKS), Triwaksana (PKS), Nachrowi Ramli (Demokrat), Tantowi Yahya (Golkar), Sandiaga Uno (Gerindra) dan Ridwan Kamil (Gerindra).

Bahkan nama seperti Ichasudin Nursiy, masuk dalam daftar bursa cagub yang akan melawan incumbent Ahok. Artinya Ahok akan mendapat lawan baru yang dikenal publik seperti Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault dan Ichsanuddin Nursiy.

Lalu bagaimanakah Ahok bisa memenangkan pertarungan dengan lawan-lawan yang tampaknya akan menjadi pertarungan popularitas dan rekam jejak, yang menjadi senjata andalannya merebut simpati publik melalui jaringan Teman Ahok. Karena sekiranya Ahok tetap mempertahankan cawagubnya Djarot, maka tentunya ahok bakalan sangat keteteran karena dia harus bertarung sendirian dengan senjata pamungkasnya popularitas dan akseptabilitas publiknya sendiri. Djarot tidak memberikan kontribusi yang lebih. Seolah Ahok berkampanye sendiri.

Tentunya publik masih ingat bagaimana perjuangan Jokowi dan Ahok pada pilgub beberapa tahun silam, dimana masing-masing mempunyai modal kampanye yang tidak sedikit, dalam artian bukan hanya modal dukungan finansial, tapi juga dukungan tak nampak seperti sentimen kelompok dan kepentingan stakeholder pendukung. Semua analis politik menyimpulkan demikian tentang fenomena kemenangan Jokowi Ahok pada pilgub DKI silam.

Kubu Ahok pun menyadari hal ini, itulah sebabnya mereka selagi mempunyai aksesibilitas publik maka mereka kampanyekan jaringan Teman Ahok agar bisa mengumpulkan KTP warga DKI sebanyak-banyaknya, sehingga ketika partai politik tidak mau memberikan dukungannya, Ahok masih bisa berlenggang menjadi kandidat tanpa beban reservoir alias beban balas jasa parpol. Walaupun pada akhirnya, di belakang hari, saat-saat menit terakhir, beberapa tokoh politik akan mendekatinya setelah mengetahui dukungan publik berupa pengumpulan KTP Teman ahok mendekati jumlah tertentu yang dianggap fantastik.

Jika kubu Ahok mau menyadari bahwa nama besar Ahok tidak bisa disandingkan dengan wakil gubernur yang sekarang jika ingin meningkatkan elektabilitas serta jumlah dukungan publik terhadap pasangan dimana Ahok akan menghadapi pertanyaan, "Kenapa tak disandingkan dengan nama besar tokoh yang kuat dan sangat mendukung?" jika mereka sadar siapa yang akan menjadi lawan politiknya kelak.

Nama seperti Tantowi Yahya, Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault bahkan Ichsanuddin Nursiy, termasuk Haji Lulung bukanlah nama yang bisa dianggap remeh. Mereka semua harus dilawan dengan nama cawagub yang bisa membantu memukul mereka dari segala arah, agar publik dalam hal ini warga DKI Jakarta percaya, bahwa apa yang diperjuangkan Ahok selama ini bukanlah kemauan kelompoknya saja, tapi juga keinginan semua golongan. Dimana hal ini bisa dilihat dari siapa cawagub yang akan dipilihnya nanti. Perlu diingat, jika Ahok memilih cawagub yang tidak menjadi representatif kelompok besar konstituennya, maka bisa dipastikan akan kalah meskipun tipis.

Tentunya anda setuju bukan jika ada istilah, apapun makanannya, yang penting minumnya Teh Botol. Demikian pula pada kampanye calon pemimpin DKI 2017 mendatang, siapapun calon gubernurnya, yang penting cawagubnya. Karena hal ini sangat berhubungan dengan asosiasi memori publik yang dilepaskan oleh pihak Ahok sendiri, yang kian hari kian populer, yakni Teman Ahok.

Tagline, Teman ahok akan menjadi tidak produktif bahkan bisa berubah menjadi kontra produktif, ketika ahok salah memilih siapa calon wakil gubernurnya kelak. Yang jelas baik secara awam maupun dilakukan penelitian ilmiah di belakang hari, pasangan cawagub incumbent yang kini ada, Djarot tak akan mampu melawan gelombang serbuan media publik yang akan menjadi lawannya. Ahok harus pandai mencari Teman Ahok, bukan dalam hal dukungan KTP saja, tapi juga siapa yang bakal menjadi cawagubnya si Teman Ahok terdekat.

Jangan sampai karena Ahok salah memilih Cawagub, sehingga ada yel-yel kampanye, "KTP Gue Buat Ahok, Tapi Suara Gue Bukan Buat Cawagubnya, Gak Kenal Tuh!"

Ingat kemenangan pilgub DKI pasangan Jokowi Ahok beberapa tahun silam, telah membuktikan hal tersebut bukan. Jokowi dikuatkan oleh pendukung Ahok, dan Ahok mendapat dukungan penuh citra yang dikenal akrab dengan rakyat. Bagaimana dengan Anda?

SidikRizal; komedian, pengamat politik kampanye pilkada

Jadi Komik Itu Gak Gampang

Jumat, 23 Oktober 2015

Assalamu'alaykum.
Apa kabar semuanya?
Kemarin maljum, sudah sunnah rasul?
Oh, maaf, yang depan ini jomblo ya?
Sunnah rasul itu baca Surat al-Kahfi.

Baca Yasinan? Ortu masih ada kan?
Oh maaf, sudah yatim, ya?
Udah yatim, jomblo lagi.
Kasihan banget kamu, jilbab hijau,
cantik-cantik jomblo, kamu mau dimadu?

Insya Allah,
saya bisa menghibur kamu,
membuat dirimu tersenyum dan tertawa.
Paling gak kamu gak perlu beli tiket stand up comedy.
Asal kamu mau jadi istri ke-4 saya.

Itu yang di ujung, mukanya cerah banget.
Abis sunnah rasul ya kemarin?
Apah? Oh abis mimpi basah.

Sunnah rasul maljum itu baca Qur'an surah al-Kahfi.
Kalo saya ngaji sama istri, kalau bisa sampai khatam.
Buat yang jomblo, ngaji aja sendiri. Ngasah dzikir.

(lagi nyari ide lagi...bentar yah, nanggung nih, sama istri, tinggal satu jus lagi... Aaarrrgh, Allahu Akbar!)




Apakah Rakyat Boleh Demo pada Pemimpinnya?

Rabu, 21 Oktober 2015

Jika kamu bilang demonstrasi (demo) bisa merubah keadaan dan kebijakan pemimpinmu, coba bayangkan kalau kalian yang jadi pemimpin. Apa kalian suka dipaksa merubah kebijakan atau melakukan sesuatu atas pertimbangan rakyat yang lebih sering awamnya daripada fahamnya?

Jika kau anggap demo bisa merubah kesejahteraan rakyat, lalu kenapa kalian pilih pemimpin yang tak bisa memenuhi kapasitasnya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas kesejahteraan seperti yang kalian inginkan?

Jika kalian anggap demo bisa merubah keadaan, maka apakah demo bisa menghilangkan bencana alam, seperti kabut asap, gempa bumi dan banjir besar?
Memperumit bisa!

Kenapa gak rubah cara pandang kalian? Misalnya; musim kemarau ini lihat sisi baiknya, kita bisa jemur pakaian, kerupuk kulit & ikan asin bukan?

Mending kalian berbuat lebih kreatif daripada demo untuk bisa menemui pemimpin kalian dan jangan sampai media tahu apa isi pembicaraan kalian, apalagi di-youtube-in.

Jauh lebih baik kalian bertemu pemimpin kalian dan bicara dari hati ke hati. Katakan keresahan kalian. Betul sekali, boleh stand up comedy tentunya.

Dengan penampilan ini saja, dulu kami pernah dianggap teroris. Apa kalian mau, dengan sandangan mahasiswa, kalian dianggap pendemo anarkis?

BEM itu gak cuma berfungsi sebagai KORLAP. Tapi juga sebagai penampung aspirasi rakyat kelas tertentu, yakni kaum terdidik. Bertingkahlah sepertt kaum pintar yang terdidik.

Karena kelak generasi seperti kalianlah (BEM) yang akan jadi PEMIMPIN NEGERI INI. Kalian mau didemontrasi dengan cara yang TIDAK SANTUN atau dengan cara BERPANTUN?

Kalian pasti akan memilih cara yang tidak membuat kita sakit hati bukan?

Gaya protes dengan berpantun kan lebih indah dan enak diperhatikan. Jika kurang santun, maka perbanyaklah berpantun. Semoga lebih santun.

Atau kalian belum tahu artinya SANTUN? | Apaan? Ekstrak kelapa parut?

SANTUN adalah sifat dasar manusia untuk menunda hukuman dan lebih mendahulukan tindakan memberi kesempatan pada orang lain untuk memperbaiki diri daripada memberi hukuman.

Padanan kata SOPAN, SANTUN dan PEMAAF adalah hal yang paling sering kita dengar, tapi jarang kita terapkan pada diri kita secara bersamaan bukan?

Sifat SANTUN biasanya berbarengan dengan sifat PEMAAF. Kita mungkin bisa sopan, tapi kita tak bisa santun, apalagi pemaaf. Misalnya; bla... bla... bla...

Bayangkan kau pemimpin negeri ini & para mahasiswa itu sebagai anak bayimu. Pasti kenakalan mereka tak kan membuatmu membencinya bukan?

Anggaplah pemimpinmu sekarang, yg gak ganteng-ganteng serigala itu, sbg ayahmu. Seburuk-buruknya dia pasti masih lebih buruk beruk, bukan?

Misalnya: @jokowi kinerjanya selama 1 tahun terakhir kurang memuaskan. Anggap saja bapakmu juga tak pernah bisa memuaskan seluruh anggota keluarga bukan? Tanya ibumu, gimana masalah ranjang tidurnya. Gak mungkin kalian tanya ibumu tentang masalah ranjang tidur ayahmu di depan orang banyak bukan? Bahkan bertanya saja kalian tak berani bukan? Kecuali dengan sindiran. Itupun bukan hak dan kapasitasmu, dan bukan hal yang sepantasnya.

Jadi kalian anggota BEM, bijaklah dalam berdemonstrasi. Hilangkan spanduk kritik tajam yang tak santun dengan sesuatu yang mengajak pada ketenangan.

Seburuk-buruknya pemerintahan @jokowi kan masih ada pemimpin yang lebih buruk di luar negeri sana bukan? Salah siapa pilih JKW-JK? Salah rakyat Zimbabwe lah. Kenapa mereka gak pilih lawannya Jokowi.

Apa dengan tulisan opini saya ini lalu saya dicap berpihak pada @jokowi? Lah saya mah gak milih dia. Kalian yang milih dia, kalian yang demo.

Jadi kritiklah JKW-JK dgn cara elegan. Bukan mengkritik dengan cara elek, Gan!

Siapa yang melarang kalian berdemo? Tapi berdemolah dengan santun, hilangkan pemicu potensi anarkis seperti membakar ban. Jauh lebih menyenangkan jika membakar ayam bukan? Ini demo memasak, Bro.

Setelah kalian diberi kesempatan untuk berdialog dengan pemimpin kalian, maka sampaikanlah secara santun apa yg perlu diketahui publik.

Dan jangan publikasikan kepada media, apa yang tak pantas untuk didengar seluruh rakyat. Itu jauh lebih bijak bukan? Jika kalian tidak bijak, pasti kalian cuma pembajak.

Setelah kalian diberi kesempatan untuk berdialog dengan pemimpin kalian, maka sampaikanlah secara santun apa yg perlu diketahui publik.

Sedangkan kritik pedas serta koreksi tajam atas kinerja pemimpin kalian, sebaiknya sampaikan secara tertulis dan tak perlu menghinakannya. Kenapa kita menghina orang yang sudah hina, coba? Kan sama seperti kita menangkap maling, lalu digebuki massa, lalu kita teriaki "Maling lo ya!" Kenapa gak kita teriaki yang levelnya lebih tinggi dikit, misalnya; "Koruptor lo ya! Atau presiden lo ya!"

Tulisan ini berlanjut. Tergantung nanti, apakah ada show tunggal DikRizal Show?

Hong Kong Live in Jakarta

Selasa, 08 September 2015

Hadiah yang menarik dan kegiatan yang seru menanti Anda di HONG KONG- LIVE IN JAKARTA, acara berlangsung dari September 17-20 (10am-10pm), di Grand Indonesia Shopping Town (Jl. MH. Thamrin No 1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310, Indonesia)

Seminar Atraksi
HONG KONG- LIVE IN JAKARTA akan mengadakan seminar esklusif bersama bintang- bintang atraksi Hong Kong, seperti Hong Kong Disneyland, Ocean Park, Madame Tussauds, Hong Kong 3D Museum dan masih banyak lagi. Temukan keistimewaan pada setiap atraksi serta keunikannya tersendiri, dan jangan lewatkan juga kesempatan untuk memenangkan biaya perjalanan senilai IDR 1 Juta dengan menjawab pertanyaan mudah di sesi Q-A. Akan ada 12 orang pemenang yang akan memenangkan IDR 1 Juta yang dapat digunakan untuk membeli paket perjalanan ke Hong Kong di agen-agen tertentu!

Pemasangan 3D Art
Anda akan tertipu dengan kehadiran esklusif 3D art, yang secara special dihadirkan di HONG KONG- LIVE IN JAKARTA. Datanglah ke zona foto 3D dan lakukan pengambilan gambar-gambar dengan tipuan unik! Jangan lupa untuk mengupload gambar tersebut di social media dengan hashtags #DiscoverHongKong dan #ilovehkpromo – setiap harinya gambar terbaik akan memenangkan tiket perjalanan gratis ke Hong Kong bersama keluarga*, termasuk tiket pulang-pergi dan menginap selama 3 malam di The Excelsior Hong Kong!

Kios Foto Digital
Ambil gambar Anda bersama keluarga dan teman-teman di kios foto Digital, dan lihat foto-foto anda di layar besar! Foto yang diambil di Kios Foto akan diproyeksikan di layar LED selama acara berlangsung, dan juga akan tersedia secara online untuk diunduh dan dimiliki. Silahkan kunjungi halaman Facebook kami untuk keterangan lebih lanjut!

Unduh & Dapatkan Hadiah Menarik!
Unduh applikasi “My Hong Kong Guide” di telepon genggam dan dapatkan hadiah berlogo “I Love HK” selama acara berlangsung!

Tunggu apa lagi? Hadiri HONG KONG – LIVE IN JAKARTA untuk kesempatan memenangkan hadiah fantastis untuk Anda dan Keluarga!

Syarat dan Ketentuan berlaku.*Berlaku untuk 2 orang dewasa (usia 21 tahun keatas) dan 2 anak-anak (dibawah usia 12 tahun). Pemenang akan diumumkan di halaman Facebook dan akan dihubungi melalui pesan di Facebook atau Instagram. Pemenang juga akan diundang untuk upacara penerimaan hadiah pada hari Minggu, 20 September 2015.

Source: http://www.discoverhongkong.com/id/plan-your-trip/latest-promotion/HKliveinJKT.jsp#ixzz3l9bOCCOG

Bukan Pilihan BINARI Antara MpokNori atau CutTari

Jumat, 14 Agustus 2015

Sedang berada di persimpangan jalan itu sangat menyebalkan. Kita harus memilih salah satu saja. Gak bisa dua-duanya. Seandainya berada di persimpangan itu mirip seperti perkawinan, mungkin gampang saja solusinya bagi saya. Banyak pilihan, gak usah bingung. Pilih semua, poligami. BERES.

Pilihan karir masa depanku di dunia stand up comedy tidak disetujui keluarga terutama ibundaku, anak-anak dan suamiku. HAPAAH? 

Anak-anakku masih menganggap aku hendak berkarir menjadi PELAWAK yang berprofesi membuat orang tertawa terbahak. Sedangkan aku berpendapat aku hendak menasihati orang agar mereka mau mentertawai diri mereka sendiri bersamaku, tentunya berbeda sekali. Seperti perbedaan langit dan lapis legit. Jauh banget dan gak nyambung.

"Lagian ngapin sih, abi kan udah tua. Malah mau jadi pelawak?" protes anak gadisku yang di pesantrennya tak pernah dibolehkan nonton televisi ini.

"Lagian siapa yang mau jadi pelawak? Abi mau jadi komik!"

"Lebih parah lagi! Malah mau jadi obat batuk? Abi normal gak sih?"

"BUKAN!!!" teriakku kecewa dan berusaha tenang menahan biji mata gak keluar karena melotot maksimal. Dalam benak aku berusaha berpikir mencari dalil syariah untuk mendebatnya.

"Komik itu seorang yang berani stand up naik ke panggung sendirian dan bercerita dan memberi pesan nasihat tentunya dengan mentertawakan diri sendiri! Khususnya kalo abi gak lucu!"

"Abi itu jelek. Malah kata Ummi, Abi tampangnya blo'on. Abi punya modal apa mau jadi komik?" tanyanya menohok. Parah!

"Ya itu tadi, wajah jelek, tampang blo'on. Cukup buat modal kan?"

"Oh jadi gitu, mentang-mentang jelek mau jadi komedian?"

(masih diedit lagi...!)

Solusi Harga Daging Sapi Mahal? Beli Bakso Sapi

Selasa, 11 Agustus 2015

Mengetahui berita di TV-One juga MetroTV bahwa harga daging sapi termahal di dunia bahkan pernah menembus Rp120rb per kilogram saat menjelang lebaran lalu, membuat banyak orang berpikir seribu satu kali untuk buka warung bakso.

Atau malah warung bakso jadi kebanjiran pelanggan, khususnya yang mempertahankan harga murahnya sementara harga daging sapi melonjak ke langit. Rahasianya? Belilah tepung sagu atau tapioka rasa daging sapi. Pasti laku.

Sebagai konsultan kuliner, kadang suka bingung saat beberapa sumberdaya seperti bahan baku daging sapi yang harganya melonjak ke langit yang biru, atau apa merah ya? Kita ini butuh daging sapi apa daging banteng? Jangan-jangan daging banteng moncong putih kali? Habis dibantai Matador? Makanya mahal. 

Pedagang yang baik dan peduli pasar, mungkin akan mengambil langkah, mendingan gak dagang daging sapi jika harganya melonjak terus. Mereka kuatir konsumen gak mau beli dan sekalipun beli, apa mereka harus ngomong kasar, "Kalo gak mau beli, ya tanya aja toko sebelah!" Padahal di sebelahnya toko bangunan dan toko mainan anak. Penjual daging yang aneh.

Di pasar Rawabebek juga gitu, meskipun dekat dengan TPH (tempat pemotongan hewan) Cakung harga daging sapi ikut melonjak, lebih mahal dari harga kacang goreng.

Kalau ditanya kenapa bisa mahal, para pedagang bilang, ini mungkin karena import daging sapi dibatasi, jadi mereka hanya bisa menjual stok daging sapi lokal yang jumlahnya juga terbatas. Ya kalau gitu jualan daging kerbau aja... lebih murah kan?

Saya pernah mewawancarai beberapa penggemar bakso, diantaranya kebanyakan adalah cewek ABG, dimana harga daging sapi jadi mahal, apakah mereka tetap membeli bakso daging sapi jika harganya juga ikutan naik?
Ada 6 orang dari 10 cewek ABG yang saya tanya, mereka menjawab: "Kalo bakso sapi jadi mahal, kita mah mendingan cari bakso buaya aja."
"Loh, emang berani makan bakso buaya?"
"Gak lah, bakso buayanya kita mainin, asal buayanya mau nraktir makan bakso duluan."
Ya Ilahi, ini mah blue comedy. STOP!

Sejatinya sebagai konsultan usaha kuliner, saya harus bisa menjawab semua tantangan dan peluang yang datang ketika investor mau membuka usaha seperti restoran steak ataupun sekadar warung bakso sapi dengan merk ternama maupun merk yang baru. Tapi pokok permasalahan yang timbul justru berapa harga bahan bakunya. Apa kita nunggu mencair dulu harga bahan bakunya. (Pak Sidik, itu beku, bukan baku!!!)

"Kalau mau buka usaha restoran steak bagaimana Pak?" tanya prospek investor via telepon.
"Jika uang bukan masalah, silakan saja buka restoran steak, saya akan bantu. Tapi bila investasi Anda terbatas mendingan buka usaha warung bakso, di samping harga daging sapi sedang tinggi, bakso sapi dibuat dari daging sapi dan sagu. Jika Anda mengerti maksud saya, bakso rasa daging sapi?"

Atau pernahkah anda mendengar waralaba kemitraan usaha resto Steakso? Ya betul steak dari bakso. Rasanya gak kalah lezat dari steak reguler. Bahkan dengan kekenyalan dan kelenturan tekstur bakso. Steakso bisa menjadi pilihan penggemar steak yang gak punya gigi. Ompong.





DAMRI Diganti Jadi DARMI Saja?

Minggu, 09 Agustus 2015

DARMI = Djawatan Angkutan Rusak Milik Indonesia?

Tidak ada yang lebih mengesalkan kecuali kita harus membayar lebih sesuatu yang tak layak untuk dibayar, salah satunya adalah layanan jasa angkutan antar kota, seperti DAMRI. Dan saya punya pengalaman terindah yang terpaksa saya dapatkan dari angkutan milik BUMN ini.

Lepas liburan lebaran tahun 2015 ini, masuk minggu ke 3 bulan Syawal 1436 H, tepatnya awal bulan Agustus 2015, saya harus mengantarkan kembali anak saya ke pondok pesantren (boarding school) setelah liburan 2 bulan penuhnya melewati bulan puasa dan lebaran. Alangkah indahnya seandainya setiap liburan itu seperti lebaran semuanya, biarpun libur tetap lebar rezekinya.

Namun setelah tiba di Surakarta, kaki anakku yang sensitif dengan kebersihan kaos kaki malah jadi alergi dan sakitnya semakin parah. Mungkin disamping karena kelelahan fisik dimana kakinya harus menopang beban dan berjalan kaki lebih berat, semalaman duduk di bis malam membuat kakinya terpenjara 14 jam dengan kaos kaki nilonnya.

Terpaksa begitu tiba di Solo keesokan harinya, saya mencari dokter spesialis untuk memeriksakan penyakit kulit di kakinya. Akhirnya dokter memberikan obat khusus dan surat rekomendasi ke pondok pesantren agar bisa istirahat selama 14 hari di rumah. So, saya dan anak gadis saya harus kembali ke Jakarta. Kita kembali ke laptop.

Demi mengejar waktu dan janji dengan klien keesokan harinya, terpaksa malam itu kami ke terminal bus Tirtonadi Surakarta, setelah 2 jam naik KOSTI taxi berkeliling stasiun kereta api Solo Balapan dan Jebres untuk pemesanan tiket yang ternyata kehabisan.

Maka dengan alasan gawat darurat, terpaksa ke terminal bus untuk naik bus apa saja yang bisa langsung berangkat ke Jakarta atau Bekasi. Pilihan tersedia hanya DAMRI, yang pada akhirnya jadi penyesalan seumur hidup kami. So sweet isn't it?

Pelayanan Bus DAMRI PATAS AC SOLO - JAKARTA vs DAMRI lainnya.
Baru kali ini ngerasain pelayanan jasa milik BUMN sekelas DAMRI yang serba bayar dan gak ada yang gratis, kecuali kutu busuk, tumbila, ketinggi atau bangsat di kursi (recleaning seat) nya.

Dengan tiket PATAS AC bus DAMRI seharga tigaratus delapan puluh ribu rupiah untuk dua orang, saya dan anak gadis saya, rasanya saya seperti membeli dinginya bus AC dengan bonus segenggam kutu busuk alias bangsat.

Kalian tahu kan apa itu kutu busuk, tumbila atau ketinggi..... Bangsat?  Gak enak kan kalau ditanya seperti itu?

Keterlambatan membeli tiket Kereta Api dan P.O. Rosalia Indah, bus antar kota (AKAP) langganan saya memang sangat menyebalkan. Karena saya harus kembali tiba di Jakarta keesokan harinya, demi mengejar reunian teman kampus dan juga pertemuan dengan klien prospek investor. Lupakan alasannya.

Intinya, dibandingkan PO. Rosalia Indah, pelayanan bus DAMRI Solo - Jakarta sangat mengecewakan kalau gak mau dibilang KAMPRET, khususnya itu KUTU BUSUK di kursinya. Saya sampai bingung, itu kutu busuk, bangsat atau kampret sih?

Saya sendiri takut tulisan ini bisa dikenakan pasal penghinaan instansi pemerintah, yakni BUMN. Kebetulan pada saat yang sama SBY, mantan presiden kita baru saja menghimbau presiden Jokowi untuk menyikapi tindakan penghinaan terhadap lembaga kepresidenan. Saya berharap saya tidak tidak perlu kuatir menghina DAMRI sebagai lembaga BUMN ini seperti halnya Jokowi gak kuatir jika presiden dihina oleh orang banyak, selama itu bukan presiden RI, menurut hemat saya.












Umurku Sudah 47 Tahun, Sudah Jadi Apa aku?

Minggu, 26 Juli 2015

Gak terasa, sudah 47 tahun aku hidup di dunia tahun 2015 ini, dan ternyata aku baru tahu kalau aku dilahirkan tahun 1968. Pinter matematika kan gue?

Anehnya aku merasa apa keistimewaan yang telah kudapatkan dari karunia Allah yang begitu banyak sehingga aku HARUS gelisah dan mengeluh?

Padahal aku gak pernah bercita-cita jadi komika apalagi bakalan terkenal di negeri ini. boro-boro mimpi terkenal, kebayang juga kagak. Tapi keinginan untuk bisa menghibur orang dengan stand up comedy dan niat bagaimana menjadi bermanfaat bagi sesama dengan cara komedi tunggal dimana kemampuan menceritakan kegelisahan secara menarik bagi audiens untuk bisa saling mentertawakan diri sendiri. Itu keinginan yang paling besar.

Kayaknya ada yang gak singkron, ya? Gelisah dan bersyukur adalah dua hal yang harus aku miliki, jika mau jadi komedian stand up comedy. Bisakah hal itu terjadi? Kenapa enggak!!? Teriak akal kepada hati nuraniku sendiri.

Ah sudahlah... Nanti juga akan terjawab dengan sendirinya.
Anyway, sudah berapa nikmat  yang Allah berikan, dan aku belum sempat menghitungnya. Mohon ampun ya Allah, aku hambaMu yang bodoh dan lalai dengan segala nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku. Maafin banget ya Allah, jangan murka ya Rob? Gue emang bloon banget, eh... hamba memang bodoh sekali.

BERSYUKUR vs GELISAH
Mulai dari ujung rambut, meskipun kini sudah mulai tampak kebotakan menghampiri kepalaku. Tapi bukannya sejak aku masih remaja, jidatku sudah jenong? Lebih lebar area bersih rambutnya daripada area yang ditumbuhi rambut di kecamatan jidat bin kening?

Lalu kenapa sekarang, aku harus peduli dengan kebotakan yang mulai jadi teman baru kepalaku. Toh, aku gak sebotak atau segundul teman-temanku yang sebaya. Alhamdulillah masih ada yang lebih botak dan bondol.

Ini membuktikan kita jadi tahu artinya bersyukur, setelah tahu orang lain lebih menderita daripada kita. Dan itulah gunanya teman sebaya. Jadi obyek penderita.

Emang sih sudah semenjak remaja, aku merasa gak nyaman dengan jidatku yang jenong. Tapi setelah beberapa guru dan teman memberikan referensi bahwa lelaki dengan jidat lebar itu cenderung cerdas dan pintar. Sedikit ada kebanggaan. tapi masih belum cukup untuk menutupi egoku sebagai cowo remaja yang berharap disukai banyak cewe dari penampilan fisik. Wajar saja saat kuliah aku mulai memanjangkan rambut. Ya gondrong itu identik dengan keren bagiku pada saat itu.

Tapi masa remaja adalah masa yang berubah-rubah, meskipun hingga kuliah tingkat akhir. Gak jelas maunya apa. Yang jelas segala cara untuk menarik perhatian lawan jenis. Misalnya dengan berubah-rubah gaya potongan rambut.

Mulai dari gundul saat masa orientasi mahasiswa baru. Botak dan cepak tentara jadi trend semua mahasiswa. mirip dengan masa SMA dulu. Bedanya, secara fisik badan saya mulai bertambah besar dan berisi ketika kuliah.

Saat SMA, aku memang tampak cungkring. Banyak sahabat dan teman sekelasku yang ikutan ekskul, seperti karate, pramuka dan bahkan bola basket. Sehingga secara bertahap fisik mereka memang ada perubahan. Tapi umumnya memang mereka punya dasar fisik yang bagus dan besar. Sedangkan aku kurus kerempeng, itulah sebabnya mending ikutan jadi pengurus OSIS dan kebagian di departemen komunikasi, mengurusi majalah dinding. Tahu kan majalah yang bikinnya ditempeli di dinding? Mirip cerita AADC kan, cuman bukan sebagai Rangganya, tapi sebagai papan tulis hitam majalah dinding. Gak lucu kan... Ya iyalah... orang itu bo'ong.

Tapi dari pengalaman mengurusi majalah dinding sekolah, aku bisa dapat... kertas A4 gratis. Aargh! Bukan itu.

Eh kok jadi ngomongin fisik sih? Orang lagi cerita potongan rambut, kok malah larinya ke bentuk tubuh. Lu tuh gak konsisten Dik... Cerita yang runut. ULANGI. Lagian ini apaan lagi... lagi cerita rambut dan gaya potongan, terus cerita majalah dinding.

LUPAKAN MASALAH RAMBUT. Nanti dilanjut lagi.
Ternyata susah banget ya untuk mencoba TIDAK LUCU. Yes, it's hard for me to trying NOT to be FUNNY. Selalui dihantui oleh ucapannya Raditya Dika, "Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"

Dan mimpi buruk itu berulang-ulang hadir di setiap tidurku....
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"
"Mas Dik masih nampak sedang berusaha untuk lucu. Try to be funny. Cobalah untuk relax!"

Dipikirnya gampang kali. Tapi aku pernah kok MENCOBA untuk relax tampil di depan orang untuk bercerita dengan jujur dan tidak try to be funny. Cuma itu DULU ketika aku jadi dosen, jadi guru dan jadi asisten dosen. Sewaktu usia masih belasan tahun sampai dengan 25 tahun.
Kampret banget kan si Batman...?

Kepala kayaknya mau copot. Kok susah banget ya bercerita jujur bahwa aku ini sebenarnya sedang gelisah dan kesal dengan keadaanku sendiri. Usia sudah 47 tahun dan gak bisa kembali seperti dulu, tapi kenapa belum jadi orang yang sukses? Belum bisa jadi presiden, gantikan Jokowi... atau jadi menterinya Jokowi kek, biar bisa bilang kesemua orang... Saya menteri kabinet presiden terbodoh dan terlemah se Indonesia. Aaaargh... sudahlah. Nanti aku ditangkap BIN lagi, karena membuka rahasia negara.

Anehnya, kok ya ada teman yang curiga denganku, "Dik, elo kerjanya di BIN ya?"
"Hapah?!!!! BIN? Bin Laden maksud loh?"

Dan setelah aku jawab seperti itu, dia cuma tertawa ngakak. Entah nyindir aku atau memang ngeledek habis. Susah mencerna candaan temanku... makanya aku lebih suka orang berkata sarkastik, dibandingkan mereka menyindirku. Sudah kayak orang psikopat, aku gak bisa mudah tersinggung.

Intinya adalah, sekarang semuanya tergantung diriku. apakah aku akan selalu mensyukuri nikmat dari Allah, berupa kepala indah yang kumiliki sekarang ini, atau aku protes pada Allah dan mencopotnya, kemudian aku minta Allah menggantinya dengan kepala yang lain. Misalnya, kepalaku diganti dengan kepalanya Brad Pitt. Kan potongan rambutnya selalu jadi trend bukan?

Iiiih, serem.... amit-amit cabang becak. (Dik itu abang becak, bukan cabang becak....!)

INDERA PENGLIHATAN MENURUN
Masya Allah... nampak banet penurunan kualitas jarak pandang dan ketajaman indera penglihatanku. Gimana nggak turun, beberapa tahun lalu aku ikut latihan menembak dengan pistol bersama temanku yang juga guru silatku, pak H. Gito, Dia sudah berusia 70 tahun, tapi indera penglihatannya masih setajam mata elang. Dia bisa menembak sasaran kecil dalam jarak lebih dari 10 meter. Sedangkan aku, sudah dikasih jarak 3 meter aja, botol AQUA plastik kecil gak kena-kena. Pake satu tangan gak kena, dua tangan juga tembakan meleset. Seperti bekas tangan patah saat kecelakaan motor gedeku di Purwokerto sangat mempengaruhi kemampuanku menembak jitu. Anehnya aku kok bisa punya dua istri yah... artinya aku JAGO NEMBAK kan?

Memang aku sudah memakai kacamata minus sejak SD. Tapi guru beladiriku, pak H.Gito selalu bilang, menembak itu memang sangat membutuhkan indera penglihatan, tapi banyak sekali di dunia, prajurit penembak jitu dan pihak polisi yang menggunakan kacamata minus. Malah profesi sniper tak sedikit yang menggunakan kacamata minus. Ah, itu kan kalimat apologis dari dia aja.... Sebenarnya beliau cuma ingin memberiku semangat untuk tidak menyerah.

"Pak haji, mendingan saya jadi jagoan nembak cewek aja deh.... Kayaknya saya gak bakat nembak pake senjata api. Kecuali nembak cewek. Saya juga jago nembak istri saya pake pistol air...!"

Dan PLAAK!!! Kepalaku digampar lelaki beruban yang masih berbadan kekar ini sambil tertawa. "Hahahaha.... makanya kamu gak bisa nembak pistol api, otaknya masih jorok aja! Terus latihan... Tahan napas, bidik dan remas picu...!" perintahnya tegas.

Meskipun sudah 3 minggu, aku masih bisa menembak jitu dalam jarak 10 meter. Butuh istri tambahan kayaknya. *Apaan sih Mas Dik?

KACAMATA MINUS 5 DAN 7
Saatmasih SD, pihak dokter mata sudah memvonis aku dengan minus 3.5 per biji mata. Kata dokter Kadarisman, dokter yang sekaligus optician itu bilang, sebenarnya mata saya tidak myopi, alias mata minus. Aku kaget, "Masa sih Dok?" Dia cuma mengangguk, "Tapi mata yang itu...!" dia menunjuk mata kakiku. Kampret banget ini dokter. Gak lucu Dok, tauk!?

Gak tahu kenapa justru setelah duduk di SMA dan kuliah, minus myopi ku malah bertambah. Bahkan pernah menembus rekor olimpiade, minus 8 dan 7,5 biji mata kanan kiriku. Ya Allah... minus mataku kok sama parahnya sih dengan tingkah laku minusku.

Tapi belakangan hari, entah rejeki atau memang karunia dari Yang menciptakan aku, Aku berobat terapi obat tetes madu. Minus mataku kini berkurang hingga minus 4 dan 4,5 lagi. Berkat klinik Tongfang? Gak juga, berkah dari terapi herbal cara pengobatan nabi lah... Ge-er banget si Tongfang.

Sayangnya aku harus menghentikan terapi myopi itu di tengah jalan, karena anakku yang perempuan bilang; "Abi jangan sampai sembuh total matanya. Soalnya abi jelek banget tampangnya, kalo gak pake kacamata."

Aduuuuhhh! Anakku sendiri aja mengkritik anatomi wajahku karena kacamata yang kupakai. Tapi aku setuju dengan idenya. Kacamataku itu selain menambah ketampanan di mukaku. Apaan? Tampan? Hahaha... enggak, maksudnya adalah supaya gak jelek-jelek amat.

Dan lagi dengan kacamataku ini setidaknya menutupi KEBODOHAN yang tampak jelas di mataku. Hitung-hitung investasi penampilan, lah. Pepatah populer mengatakan kacamata menunjukkan kecerdasan. Itu aja. Lainnya gak ada, kecuali harga kacamatanya yang menentukan tingkat kegantengan.

Temanku pernah bilang, "Dik, dari kacamata elu aja, kelihatan banget lo gak ikhlas."
"Gak ihlas gimana?" jawabku
"Kacamata minus itu gunanya supaya lo bisa baca dan melihat sekitar dengan jelas bukan? Kenapa efek sampingnya yang lo pikirin? Biar ganteng lah, biar kelihatan pinter lah. Gak ikhlas amat?"

Dia benar, kupikir semua sindirannya tepat. Aku yang gelisah gak nyaman aja dengan kacamat agak berat menjepit hidung dan kedua telingaku ini.

Jadi ingat saat pertama kali pake kacamata untuk dua fokus. Selain minus, aku ternyata punya silindris dan plus. Pastinya sudah ditawari oleh perawat optiknya bahwa sebaiknya menggunakan kacamata bifokus. Bukan karena mahal harganya, cuma, semakin nampak saja kalau dengan kacamata bifokus jika aku sudah paruh baya empat puluhan tahun. Karyawan optik itu sepertinya mengerti kegelisahanku, tanpa menyerah dia menawarkan kacamata bifokus yang tak nampak batasnyaatau seamless bifocus lense. Kayaknya harus mencobanya sebelum orang itu merampokku untuk membayar kacamata.

Ajaibnya kacamata itu bisa selesai dalam waktu 2 hari, apalagi ketika aku bayar lunas dengan merogoh dompet hingga 2 juta rupiah. Kampret, kacamata kakek-kakek itu mahal juga ya? Pantas saja orang gak ada yang mau jadi kakek-kakek berkacamata.

(Cerita akan berlanjut. Jangan kemana-mana... nanti takjilan buka puasanya habis...!)










Belajarlah dari Kesalahan

Rabu, 22 Juli 2015

Belajarlah dari kesalahan. Misalnya 2 ditambah 2 itu sama dengan 5. Ini salah, karena jawabannya adalah 7. (Itu kalo ditambah 3, kalo gak ditambah, ya gak mantap lah. Enaknya sih ditambah, saos sambal).

Belajarlah dari kesalahan. Mungkin ini adalah satu kalimat inspiratif yang bisa kita tularkan kepada orang lain. Ini jelas lebih baik daripada kita menularkan influenza, bukan?

Karena kita tak punya banyak waktu untuk melakukan semua kesalahan sepanjang hidup kita, bukan? Berbahagialah orang yang pernah berbuat salah dan dia tahu dia berbuat salah, tahu kenapa? Ya bahagialah, sudah berbuat salah, terus dimaafin. Siapa yang gak bahagia? Tapi bagaimana mungkin? Membaca saja aku tak bisa. *Eh?

Celakanya ada aja orang yang berbuat salah tapi gak pernah bisa move on, alias masih aja tenggelam dalam rasa bersalahnya. Mendingan tenggelamnya kapal Titanic, daripada tenggelam dalam kesalahan yang salah kaprah. Anehnya, sudah salah kaprah tapi BETAH, dikiranya pulang kampung ke rumah neneknya kali? Bisa betah.

BELAJAR DARI ANAK.
Sebagai seorang ayah yang memiliki 5 orang anak, 2 remaja cowo-cewe dan 3 bayi, 2 cewe 1 cowo, pastinya membuat saya berasa seperti seorang bapak-bapak. Padahal maunya saya seperti Aliando, si pemeran GGS. Ganteng-Ganteng Sinting.

Tapi maksudnya saya mempunyai banyak masalah dalam berkomunikasi dengan mereka, anak remaja. Dan inilah masalah saya, punya anak remaja yang karakternya mirip dengan teman-teman komunitas stand up comedy di Kota Bekasi. Ya, saya adalah seorang komika yang terlambat daftar SUCI. Ini bukan salah saya, tapi salah pemerintah kita, kenapa stand up comedy baru masuk Indonesia beberapa tahun terakhir, bukan saat saya masih remaja. Dasar kampret tuh kelelawar.

Kembali ke tanktop.... eh laptop.... eh kembali ke pokok permasalahan. Semakin dekat dengan anak sendiri khususnya yang masih remaja, sepertinya mudah. Tidak buat saya, karena anak remaja saya yang sulung kuliahnya jauh dari rumah dan yang gadis pesantrennya di luar kota. Jadi sangat susah bisa dekat dengan mereka saat mereka kuliah atau di pesantren.

Anehnya lagi meskipun mereka sedang liburan kuliah ataupun liburan sekolah, saya gak pernah bisa dekat dengan mereka, karena apa? Karena saya lagi di kamar mandi, sedang BAB. Ya nggak bisa dekat-dekat mereka lah.

Riset membuktikan bahwa dari 100 orang bapak yang mempunyai anak remaja, 70 orang bapak ternyata dia mempunyai istri yang berjenis kelamin wanita. Sisanya 30 orang ternyata istrinya bisa melahirkan. Sorry... itu gak lucu.

Maksud saya adalah kebanyakan bapak-bapak berusaha dekat dengan anaknya dengan cara mencoba mendengarkan mereka saat mereka sedang bercerita tentang kehidupannya di luar sana. Padahal hal ini adalah sesuatu yang sangat berat, meskipun terkadang menyenangkan. Bingung kan? Saya aja yang nulis bingung, apalagi situ yang baca.

Saya belajar dari anak-anak saya. Meskipun saat liburan lebaran tahun ini, anak-anak remaja saya punya waktu libur panjang hampir 2 bulan. Dan ini membuktikan liburan mereka selama 2 bulan itu ternyata adalah liburan yang waktunya 60 hari. Sungguh ini penemuan saya yang paling hebat. Meskipun fakta berikutnya mengemuka, bahwa liburan lebaran 2 bulan itu ternyata lamanya cuma 8 minggu. Aneh kan?

Tahukah Anda, syarat menjadi seorang ayah yang baik? Gampang, pertama kali adalah; Anda harus punya anak. Yang kedua sebelum punya anak, sebaiknya Anda sudah pernah dilahirkan oleh seorang ibu. Sekalipun Anda pernah dilahirkan dari seorang ibu, belum tentu anda bisa jadi seorang Bapak yang baik. Kenapa? Karena anda masih jomblo kan. Makanya buruan kawin.... eh maaf nikah maksud saya. Buruan nikah dulu sanah. nanti baca lagi tulisan ini. Kalo masih ngotot gak mau nikah dulu.... Ya udah, terserah kamu. Toh yang mau baca tulisan ini, bebas kok... Siapa saja boleh, termasuk orang gak ada kerjaan seperti Anda. Hehehehe.... jangan marah, karena saya pun gak ada kerjaan lain, selain buat tulisan ngaco seperti ini. Padahal belum tentu bakalan Best Seller.

Sudah sampai dimana tadi? Masya Allah, sudah kelewatan ya? Terlalu... kata Bang Haji. Ini kan sudah di Km 28, jalan tol Cikarang Cikampek? Ah sudahlah. Ayo kita lanjutkan,

Seorang ayah yang baik itu belajar dari kesalahan dirinya dan orang lain dalam mendidik anaknya. Bagi saya sendiri mendidik dan membimbing anak itu memang gak ada sekolahnya, tapi saya punya figur contoh teladan yang bisa diikuti semua orang. Siapa dia? Betul sekali pikiran Anda, yang jelas bukan Farhat Abbas ataupun Dhani Ahmad.

Tokoh figur ayah yang baik buat saya bukanlah Aliando ataupun Dorce Gamalama, kenapa? Karena mereka berdua bukanlah bapak yang baik. Yang pertama Aliando belum menikah. Yang kedua, Dorce Gamalama, sudah menikah tapi gak bisa jadi bapak-bapak.

Kalau anda pernah nonton film komedi di tahun 80-an, ada film The Huxtable, Cosby Show, yang diperankan oleh Bill Cosby, seorang komedian yang berperan sebagai dokter dan menjadi bapak teladan di Amerika Serikat dalam cerita sinetron komedi situasi terpopuler saat itu. Tapi apa akhirnya? Ternyata tak seindah dengan kisah di televisi. Bill Cosby terlibat banyak masalah kriminal yang justru mencoreng nama baiknya yang telah dia bangun dari pertunjukan sitcom-nya. Tragis. Setelah hampir 3 dekade, malah bisa jadi komedi lagi. Ingat rumusan Tragedi + Waktu = Komedi?

OK. (maaf sedang dicari kelanjutannya... tunggu bentar yah?)









Jasa Detektif Swasta di Indonesia

Jumat, 12 Juni 2015

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang mulai memasuki era globalisasi dan serba gadget canggih ternyata mulai memasuki era peradaban dan budaya yang mirip dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di benua Eropa.

Di samping petugas penegak hukum yang diamanati perundang-undangan seperti polisi, jaksa dan juga pengadilan, bangsa kita memang membutuhkan jasa penyidikan maupun penyelidikan tanpa diketahui publik, atau dengan kata lain jasa penyidik swasta menjadi satu keniscayaan. Semakin banyaknya pihak yang mempunyai kepentingan politis atau pun hanya sekadar keutuhan rumah tangga, yang mau tidak mau memerlukan jasa penyidikan secara diam-diam, demi menjaga kerahasiaan baik subyek yang membutuhkan maupun target operasi yang tak ingin kerahasiaannya terbongkar oleh pihak publik maupun media massa.

Pilihan menjaga kerahasian baik pengguna jasa detektif maupun target operasi adalah satu alasan kenapa orang tidak mau menggunakan jasa pihak kepolisian. Namun begitu, bukan berarti jasa detektif swasta bisa mengambil alih pekerjaan polisi. Tetap saja jika diberi kewenangan oleh penyewa jasa untuk melimpahkannya ke pihak kepolisian, jaringan detektif swasta dapat dipastikan akan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib, yakni kepolisian.

Lalu apakah sebenarnya detektif swasta itu? Berikut ini beberapa penjelasan tentang layanan jasa detektif swasta, misalnya CIA, sebagai salah satu lembaga jasa pelayanan detektif swasta. Jangan salah CIA bukan Central Intelligence Agency, milik pemerintah AS, melainkan CIA = Central Investigation Agency, milik bangsa Indonesia. Agak nyeleneh, tapi begitulah adanya, dan kita harus bangga bukan?

KONTAK LANGSUNG DENGAN SANG DETEKTIF SWASTA
Menemui lelaki misterius ini memang agak sulit, kita harus berkali-kali mencoba menghubunginya mulai dari SMS no telp yang tidak pernah dipublikasikan dan sepertinya hanya orang-orang tertentu yang bisa menghubunginya. Termasuk penulis, yang mendapatkan nomor kontaknya justru dari seorang pensiunan tentara yang tinggal di sekitar pedalaman kabupaten Bogor. Mantan tentara ini kini berusia lebih dari 75 tahun namun mempunyai istri yg berusia sekitar 45 tahun, mempunyai padepokan perguruan spiritual.

Penulis perhatikan sepertinya dia beragama Islam, namun saat mengenal lebih jauh tak lebih dari seorang paranormal yang percaya pada sinkretisme dan mencampuradukkan pemahaman Islam dengan ajaran kuno Hindu. Apalagi ketika dia mengatakan bahwa dia memiliki sebuah kotak yang berisi benda-benda pusaka yang bisa dihuni oleh beberapa jin, mulai dari jin beberapa tokoh penting di negeri ini hingga jin-jin tokoh besar dunia yang telah meninggal dunia. Penulis hanya bisa tersenyum dan mengangguk-angguk mendengarkan penjelasannya, meskipun dalam hati menolak hal-hal yang berbau khurafat tersebut, alias mengada-ada.

Bagi penulis sendiri keyakinan terhadap adanya jin adalah wajib, namun bekerja sama dan menggunakan keberadaan jin dengan segala cara sebagai cara untuk mencapai tujuan tanpa tuntunan syariat Islam termasuk perbuatan yang dilarang, bahkan bisa dikategorikan sebagai perbuatan syirik. Karena dikhawatirkan manusia bisa tergantung dengan kemampuan jin menyelesaikan masalah, terkecuali manusia itu adalah Nabi Sulaiman a.s.

Terlepas dari masalah tersebut, penulis menganggap pertemuan ini ada hikmahnya karena dari tujuan semula si kontak paranormal ini mengatakan bahwa orang ini bisa membantu menyelesaikan banyak masalah orang-orang dan membutuhkan promosi iklan di blogs yang saya kelola. Saya pun tertawa dalam hati, jikalau dia benar sehebat seperti yang diceritakan sang kontak penghubung, pasti tak membutuhkan promosi di internet bukan? Namun saya pun mengiyakan apalagi dia menjanjikan pembayarannya yang lumayan besar untuk sekali wawancara dan pembuatan advertorial, meskipun saya tak menjanjikan akan menerbitkannya di blogs pribadi saya, kecuali dia bayar tunai sejumlah uang dan itupun dalam bentuk liputan bukan advertorial. Saya takut timbul fitnah di kemudian hari.

Ringkas cerita, akhirnya saya diberi sebuah nomor orang yang dulu pernah membantunya mencari informasi seseorang yang hilang. Nah, inilah jin yang sebenarnya, hahaha. Sepertinya yang dimaksud dengan jin pencari orang hilang, ternyata seorang penyidik swasta. Saya pun tertawa tertahan, takut menyinggung perasaan Ki Jogoboyo, demikian lelaki tua mantan ajudan satu presiden republik ini.
Meskipun begitu saya tak bisa mengabaikan darimana saya mendapatkan nomor kontak sang penyidik misterius ini, namun dari ceritanya, penulis beranggapan bahwa penyidik swasta ini hanyalah orang biasa yang mempunyai akses yang luas dengan beberapa tokoh penting di banyak kalangan pejabat penting negeri ini. Itu saja.

Sepanjang perjalanan pulang dengan mobil bang Ari, kontak penghubung Ki Jogoboyo,  dia bercerita tentang kehebatan paranormal tersebut yang telah membantu banyak petinggi politikus pada beberapa pemilu untuk mencari sumber-sumber kekuatan suara serta para pendukung suara khususnya bagaimana menggalang strategi dan meminta bantuan jaringan akses ke pihak tertentu.

Penulis hanya bisa mendengarkan ceritanya namun pikiran melayang ingin mengetahui lebih jauh tentang nomor kontak sang penyidik swasta. Ini yang akan jadi sumber materi tulisan kali ini. Mengapa seorang penyidik swasta dipakai paranormal untuk mencari orang dan menyelidiki keberadaaanya. Mengapa?

Perjalanan pulang pun menembus waktu maghrib menuju Jakarta di akhir tahun jelang natalan 2010.

MEMBURU SANG DETEKTIF SWASTA
Sungguh meskipun nomor kontak sudah di tangan, tapi bukan berarti mudah untuk menemui lelaki yang pernah menyelesaikan satu kasus besar yang akhirnya diklaim sebagai kerja pihak kepolisian. Namun tetap saja kasus orang hilang tersebut tak dipublikasikan juga telah diselesaikan oleh pihak kepolisian karena alasan politis. Sungguh seperti cerita fiksi buat penulis, karena penulis hanya berharap fakta langsung dari sang detektif.

Setelah lebih dari tiga kali menentukan rendezvous di beberapa pusat perbelanjaan dan food court terkenal ibukota, akhirnya jatuh pada pilihan terakhir Pasar Festival, Kuningan. Padahal penulis sudah mendatangi Mega Pasaraya BlokM, dan sampai disana di-SMS balik untuk pergi ke Senayan City. Setelah tiba di sana dan baru duduk sebentar, saya pun mendapat sms untuk pergi ke Pasar Festival, sepertinya dia memang hendak menyakinkan bahwa saya tidak diikuti orang lain. Mirip seperti cerita kriminal di film-film. Penulis hampir saja kesal dan tak mau melayani permainannya lebih jauh, tapi karena di Senayan City seorang waitress cantik menghampiri saya dan memberikan sebuah handphone jadul Nokia 3210, katanya ada titipan dari seorang lelaki, sayapun menerimanya. Dari telpon itulah saya digiring lelaki misterius ini untuk segera meluncur ke FoodCourt Pasar Festival, dengan motor tua saya saya pun segera menggasnya menuju Kuningan Jl. H.R. Rasuna Said di awal tahun 2011 bulan Januari.

Masya Allah, ceritaku makin mirip kisah fiksi. Sungguh bikin rasa penasaran semakin tinggi. Untungnya dia memilih tempat di Pasar Festival, saya berharap ada kenalan dan orang yang saya kenal nanti bertemu di tempat yang selalu ramai di setiap jam istirahat hari-hari kerja. Semua orang juga tahu bahwa Pasar Festival adalah pilihan urban untuk makan siang dan rendezvous paling pas, di samping di kelilingi perkantoran dan terletak di segita emas metropolitan.

Akhirnya penulis menuju foodcourt setelah melewati sebuah kampus media komunikasi milik Bakrie Group. Di lantai dua foodcourt, saya melihat sebuah konter yang saya kenal dan sepertinya saya ingat siapa pemiliknya. Konter Sop Ikan Batam. Ya penulis mengenali sang pemilik Koh Bun, yang mempunyai beberapa outlet tersebar di seluruh mall di Jabodetabek. Ya saya pernah mewawancarainya beberapa waktu silam. Ah lupakan, sementara ini saya hanya ingin bisa mewawancarai sang detektif misterius yang mungkin sekarang mengawasi saya dari kejauhan di satu sudut.

Sambil memesan satu porsi sop ikan khas Batam dan es jeruk, saya menyapu pandangan mencari hal aneh yang mungkin tampak. Susah juga di tengah keramaian jam makan siang seperti ini mana mungkin saya bisa memperhatikan satu per satu orang yang aneh. Tapi saya mencoba menenangkan diri, dan membawa struk serta nomor order ke meja kosong di satu sudut yang lumayan strategis namun tetap nyaman untuk ngobrol.

Tak lama telepon Nokia saya berdering, dan lelaki misterius itu bicara. "Mas Dik, sepertinya sendirian memesan sop ikan ya?" tanya suara di seberang sana, saya pun yakin kini dia sedang memperhatikan saya. Saya tak peduli, kemudian mematikan handphone dan melanjutkan menunggu pesanan saya datang.

Tak berapa lama sop ikan pesanan saya datang, "Maaf Pak pesanan nomor 13?" tanyanya meminta nomor pesanan saya, dan saya pun menyerahkan struk pembayaran, lalu lelaki berusia 40-an tahun itu mengambil nomor plastik 13 dan menyerahkan kepada temannya serta meletakkan order saya.

"Loh kok ada dua porsi Mas?" tanya saya heran, lelaki itu hanya tersenyum sambil terus meletakkan segelas besar es jeruk dan 2 porsi wadah mangkuk logam dengan kompor mini di bawahnya di tambah segelas milkshake.

"Saya juga tidak memesan milkshake ini?" dan lagi-lagi lelaki itu hanya tersenyum. Saya pun menengok kanan kiri menyapu seluruh ruangan mencari sang lelaki misterius yang memang sengaja memesan makanannya bersama saya. Tak ada yang mencurigakan selain pandangan beberapa orang yang tak sengaja bertatapan dengan mata menyelidik saya.

"Selamat menikmati!" ujar lelaki di depanku, dan membuatku terkejut. apalagi saat kini dia ikutan duduk di depan meja makanku. Belum hilang kagetku, dia perkenalkan dirinya, "Saya De Er. Orang biasa panggil saya Dikdik." Saya pun makin terkejut, karena namanya mirip sekali dengan panggilan saya.

"Loh? Jadi Anda orang yang mau saya wawancara itu?" tanya saya dan dia mengangguk tersenyum.

"Aneh sekali nama Anda mirip dengan nama panggilan saya!" sergah saya berusaha tenang

"Oh ya?" jawabnya sambil mulai membuka wadah sup ikan di depannya. Dan dia pun mempersilahkan saya untuk mencoba sop ikan saya. "Silakan!" ujarnya pelan. Sayapun ikutan mulai makan siang.

"Sebenarnya apa yang hendak anda ketahui tentang saya?" tanyanya sambil menyuap sebutir bakso ikan yang lezat sekali tampaknya.

"Oahemmmm gini," saya pun ikutan menikmati bakso ikan dengan kuah panas dari wadah sop ikan saya sendiri di mangkuk nasi. "Saya hanya ingin menulis artikel tentang detektif swasta. Saya juga ingin tahu kenapa saya mendapatkan nomor Anda justru dari seorang paranormal. Ini kan aneh?"

Dia malah semakin asyik melanjutkan makan siang dengan sop ikannya. "Apakah Anda punya seharian mendengarkan cerita saya? Apakah Anda sedang merekam pembicaraan kita" tanyanya namun tetap menyantap sop ikannya.

Saya hanya mengangguk dan teringat dengan tape recorder mini yang lupa saya nyalakan saat dia duduk di depan saya. Saya pun mencari perekam saya dari dalam tas, dan mengeluarkannya serta meletakkannya tepat di sebelah bowl stove sop ikan detektif swasta yang berkacamata dan penampilan seperti kebanyakan intel. Tak ada yang istimewa, dengan celana hitam dan baju hem putih lengan panjang, seolah dia karyawan resto training. Beda banget dengan penampilan saya yang menggenakan ghamis dan celana cingkrang.

"Maaf kalau boleh saya memanggil Anda Mas Dik, ini seperti saya berbicara sendiri di depan cermin. Hehehe..." kata saya mencoba untuk bercanda garing untuk melumerkan suasana, "Anda gak nampak seperti seorang detektif swasta?"

"Oh ya?" ujarnya sambil terus menikmati makan siangnya, "Mas Sidik juga gak nampak seperti kebanyakan wartawan, malah seperti teroris." lanjutnya menohok emosi saya.

"Di tengah keramaian seperti ini, mas Sidik gak risih berpakaian seperti itu?" tanyanya menganalisa.

"Kenapa?"

"Gak masalah, buat saya itu urusan Anda. Demikian juga penampilan saya, ini karena saya hendak bertemu dengan Anda, makanya saya berpakaian hitam putih seperti ini. Anda tak menyangka bukan jika saya adalah seorang waiter?"

Saya pun hanya mengangguk setuju, bahwa perjumpaan dengannya sungguh mengejutkan dan tak disangka. Lumayan seru, seperti cerita misteri eksyen yang sering saya baca dan tonton di film-film Hollywood.

"Tadinya saya pikir sih emang agak aneh. Masa karyawan foodcourt tampil dengan pakaian training, hitam putih, tapi wajahnya sudah berumur seperti Anda. Namun karena perilaku anda yang sangat sopan, hilang sekejap kecurigaan saya."

"Ya itulah satu keahlian saya, menyamar. Karena hampir semua pekerjaan saya menyelidiki sesuatu saya harus pandai menyamar dan menutupi jejak saya. Alah bisa karena terbiasa." ujarnya sedikit pamer.

Saya hanya tersenyum kecut, "Saya hanya ingin menanyakan, kasus besar apa saja yang pernah Anda kerjakan?"

"Jika saya cerita juga, apa anda akan percaya?" jawabnya beretorika.

"Saya hanya wartawan, dan saya menuliskan cerita Anda langsung dari mulut anda sendiri. Kenapa Anda bisa begitu melegenda seperti cerita sumber saya di Bogor!"

"Hahaha," tawanya santai sambil mengeluarkan tulang ikan dari mulutnya dan membuangnya ke wadah tulang. "Jangan terlalu percaya dengan kata orang. Apa Anda juga yakin semua orang bakal percaya dengan tulisan Anda di blogs, Mas Sidik?"

Sekali lagi saya seperti bicara di depan cermin, "Ya gak selalu!" kilah saya, "Tapi saya berusaha untuk menuliskan semua hasil wawancara dan investagasi saya berdasarkan ilmu pengetahuan dan apa yang saya dapat, tentunya dengan kehati-hatian. Saya juga berusaha menghindari dusta, bung Dikdik!"

"Lalu kalau orang lain bilang tulisan Anda adalah dusta bagaimana?"

"Saya gak peduli apa kata orang,kecuali orang itu mempunyai bukti yang lebih kuat dan benar, barulah saya akan peduli dan mendengarkan bantahannya," jawab saya agak meninggi karena menahan emosi.

"Ok! Kalau begitu!" diapun menyelesaikan makannya dan tak lagi berkata-kata. Sayapun ikut menyelesaikan makanan saya hingga tuntas. Beberapa menitpun berlalu, namun mata saya tak lepas memandangi lelaki yang tak jauh berbeda usianya dengan saya ini. Saya hanya mencoba menikmati makan siang saya. Keramaian foodcourt Pasar Festivalpun sepertinya tak langsung surut.

Selesai makan pun, lelaki itu berdiri dan memberi isyarat kepada waiter untuk merapihkan meja kami, kemudian dia beranjak pergi.

"Eh, bung Dikdik, mau kemana Anda?" sergah saya.

"Anda tidak sholat zhuhur?" jawabnya seraya melirik ke baju saya dan tersenyum sinis.

Ah, keterlaluan, saya jadi malu sekali, baju saya ghamis, celana cingkrang dan jenggotan, tapi sholat zhuhurpun mesti diingatkan. Saya pun ikut bergegas merapihkan tape recorder ke dalam tas saya dan hendak mengejarnya, tapi tampaknya dia telah hilang. Cepat sekali jalannya. Saya pun menanyakan pada seorang karyawan foodcourt dimana letak mushola. Rupanya letaknya ada di lantai basement di dekat bawah tangga.

Sepertinya ada beberapa mushola di Pasar Festival, karena saya tak menjumpai Bung Dikdik ada mushola ini. Saya tak peduli, langsung wudhu dan menyelsaikan kewajiban saya.

Beberapa menit kemudian, saya kembali ke meja makan saya kembali. Ternyata sudah diisi orang lain. Saya pun menyapu pandangan berkeliling mencari bung Dikdik. Saya sebenarnya masih kesal kenapa orang misterius ini punya nama yang sama.

Pastinya hal ini bikin saya kikuk untuk menceritakannya dalam tulisan saya, Anda bisa bayangkan betapa awkward-nya tulisan saya nanti. Seolah saya sedang menceritakan kisah diri saya sendiri. Argh...! Menyebalkan. Saya harus memberinya sebuah nama yang berbeda. Saya pun beranjak kembali ke food court.

Akhirnya ada sebuah meja yang kosong di bagian dekat tangga, dan saya pun mengambil kursinya dan duduk dengan membelakangi tangga turun tersebut. Sengaja saya ambil posisi itu, karena saya yakin lelaki itu akan datang dari belakang saya, makanya saya menyediakan kamera HP saya untuk merekam wawancara nanti menghadap ke punggung saya untuk mengantisipasi kedatangannya.

"Hai Bro!" sapa Dikdik justru dari depanku tidak seperti dugaanku sebelumnya. Sungguh lelaki ini agak susah ditebak. Diapun mengambil kursi di depanku tanpa menunggu jawaban.

"Ini posisi yang paling bagus buat surveilance," ujarnya seperti memujiku.

"Oh gitu ya?" balasku

"Ya karena kita tertutup banner dan pohon bonsai gajah ini," katanya menunjuk asesoris pot pohon dan standing banner juga sebuah signage yang menghalangi pandangan kerumunan keramaian, tapi kami tetap bisa melihat keliling tanpa masalah.

Tanpa saya sadari, ternyata lelaki ini telah berganti pakaian dengan celana jins dan jaket jins berwarna biru muda belel dan kaos oblong. Simpel dan tampak segar.

"Sholat zhuhur di mana tadi?" tanya saya berbasa-basi. Dia menunjuk ke arah timur, berlawanan arah dengan tempat saya sholat tadi, saya pun mengangguk dan mengangkat alis mata mengiyakan.

"Bung Dikdik, saya panggil Anda bung Deswa aja ya, biar gak kikuk saya panggil Anda?"

"Terserah Anda Mas, toh Anda yang menulis. Saya juga gak peduli." ujarnya sambil membuka sebungkus permen Fishermen Fresh dan menawarkannnya pada saya.

"Deswa artinya pas kan? Lagian nama asli Anda tetap bisa terjaga kan?" jelas saya.

Dia melihat ke sekeliling seolah memeriksa apa ada orang yang mendengarkan kami, "Boleh juga. Asal Mas Sidik tahu kenapa saya mau diwawancarai. Saya tak mau pasang iklan dan tak mau dipromosikan. Saya hanya mau memberi kesempatan Anda untuk mendapatkan klien. Itu saja, faham?" tanyanya dengan mata tajam.

Agak ngeri juga melihat matanya, saya pun mengangguk setuju. Tapi saya mulai merasa dekat dengan lelaki misterius yang tak keberatan dipanggil Deswa ini.

"OK, sebagai awal hubungan kita, baiknya ikut saya sekarang!" Deswa sepertinya sudah merasa di atas angin, anehnya saya pun menyetujuinya sambil mengambil tas backpack saya dan mengikuti jalannya yang cepat sambil sesekali saya berlari kecil. Sepertinya dia juga tak ingat dengan HP nokia jadulnya yang ada di dalam tasku. Lumayan.

Ternyata dia mengajak saya untuk langsung menuju halte TransJakarta. Saya sudah tidak peduli dengan kendaraan motor tua yang saya parkir di basement Pasar Festival.

"Maaf, Des. Kita mau kemana?" tanyaku sambil kukeluarkan dompetku dan persiapkan kartu e-money Mandiri untuk membayar otomatis di tap pintu masuk halte TJ depan Gedung BrojoSumantri.
Deswa hanya tersenyum diam dan memberi isyarat agar aku mengikutinya. Sepertinya memang aku harus mengikuti permainannya, toh aku yang butuh liputan dan akses jika kelak aku mendapatkan klien yang pertama buat sang detektif ini.

"Saya pikir Anda bawa kendaraan pribadi...?" tanyaku menyidik. Lagi-lagi dia cuma tersenyum. Dan ini yang membuatku semakin penasaran. Seandainya aku dibolehkan untuk melihat isi benaknya, pasti sudah kulakukan. Apa sebenarnya yang dia mau lakukan. Tapi aku harus percaya padanya, entah apa yang membisikkanku.

Setelah kami mengambil duduk di belakang, tampak hanya kami berdua yang ada di barisan bangku ini. Kanan kursi cuma ada 1 orang laki-laki paruh baya, dan sebelah kanan seorang remaja dengan penampilan seperti mahasiswa.

"Mas Dik pernah ke POLDA Metrojaya?" tanya Deswa menganalisa.

Akupun mengangguk, "Pernah."

"Ke Kejagung? MK atau ke Mabes POLRI atau KPK?" tanyanya lebih jauh.

"Ya, cuma gedung KPK saja yang belum pernah, tapi saya tahu tempatnya. Jangan tanya kenapa. Saya gak punya teman koruptor. Kalaupun ada, saya gak mau meliput atau mengunjunginya. Gak penting." saya mencoba cuek, dan Deswa hanya tersenyum datar.

"Tertarik mencari informasi profesi detektif swasta kenapa?"

"Saya penasaran bukan dengan profesinya, tapi dengan anda mas Deswa. Kalo menurut cerita kontak saya, anda itu legenda. Apa maksudnya?"

"Jangan percaya dengan semua yang anda dengar, Bro!" Deswa mencoba rileks.

Sayapun menaikkan alis mata saya menuntutnya menjawab pertanyaan lebih jauh.

"OK saya pernah mencari data orang hilang, justru orang yang memang selayaknya harus dihilangkan dari negeri ini. Karena saya harusmencarinya ke Bangkok dan Singapura, juga Malaysia."

"Siapa?"

"Anda rekam? Sebaiknya off the record, baru saya ceritakan." pintanya sambil mengisyaratkan recordersaya dimatikan dengan alis matanya. Saya pun mematikan tape recorder kaset mini merk Sony. Seharusnya saya membawa recorder digital satunya lagi, namun saya tinggalkan di rumah karena buru-buru.

"Saya pernah mencari Eddy Tanzil (ET), dan menemuinya. Bahkan sampai sekarang tak ada yang tahu bagaimana rupa ET dan apakah dia masih hidup atau sudah mati dibuang ke laut, bukan?" ujarnya sambil tersenyum bangga.

"Masya Allah. Serius Bro?"

Deswa hanya mengangguk tersenyum dan melempar wajahnya melihat keluar jendela bus TJ yang melaju cepat menuju Mampang. Saya pun membaca air mukanya dan bahasa tubuhnya, apakah dia berbohong atau sekadar gertak gedebus (bluffing). Kembali wajahnya menatap saya dengan senyum yang lebih menyenangkan dari sebelumnya.

"Jadi ET itu sudah mati atau masih hidup sekarang ini, Bro?"

"Hahaha...!" dia hanya tertawa kecil, tapi cukup membuat bapak tua dan mahasiswa di depan kami menengok ke arah kami.

"Kalau mau tahu, makanya Mas Sidik ikut bergabung dengan saya, dan jadilah pelopor jaringan penyidik swasta yang tujuannya membela yang lemah dan menegakkan keadilan." tawarnya penuh idealisme.

"Hari gene ada orang yang mau mebela yang lemah dan menegakkan keadilan, Bro?" tanya saya kurang begitu yakin dengan Deswa.

"Iya hari gini. Sama kayak kamu berpenampilan seperti ini, bukannya karena idealisme dan keyakinan yang kuat? Ngapain peduli dengan kata orang, apalagi haters! Gak penting, Bro!"

Lagi-lagi dia menampar saya dengan kata-katanya. Suwek!

Akhirnya kami terdiam hingga sampai di Terminal Lebak Bulus, setelah beberapa penumpang mengambil kursi di samping kami, dan itu mebuat Deswa tidak merasa nyaman untuk bercerita lebih lanjut. Dari terminal ini dia mengajak saya menuju Pondok Indah Mall. Dan sepertinya dia mencari tempat nongkrong yang enak buat ngobrol namun lebih privasi. Kami pun memilih di Starbuck Coffee PIM. Dan kali ini dia yang mentraktir saya ngopi. Saya pesan cappuchino, sedangkan dia pilih double espresso. Saya perhatikan seleranya, sepertinya dia itu pemikir yang lebih suka beraksi di lapangan.

"Dik!" ujarnya akrab membuka obrolan setelah kami saling diam di perjalanan. "Saya tahu anda itu seorang penulis freelancer dan blogger, meskipun pernah bekerja jadi wartawan di banyak media cetak besar juga media lokal di kota Bekasi.", jelasnya, sepertinya dia sudah mengerjakan PRnya dengan baik.

"Sayangnya kamu kurang begitu fokus dengan pekerjaan. Saya juga perhatikan kamu ini cukup pintar bahkan jenius di beberapa hal namun pembosan." telaahnya tentang saya. Saya pun merasa seperti sop buah yang diputar-putar di dalam toples dan siap dibanting, kalau itu bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya menghadapi lelaki misterius ini.

"Di samping itu..." katanya dan kemudian dia menyodorkan sebuah dompet kulit berwarna coklat tua. Astaghfirullah! Itu dompet saya.

"Bagaimana bisa ada pada Anda, Bung?" tanya saya heran, sambil memeriksa apa isinya utuh.

"Tak ada kartu kredit, hanya ATM debit card dari 4 bank besar. Tampaknya Anda tak pernah masuk ke kampung-kampung di pelosok pulau luar Jawa, ya kan?" jelasnya.

"Apa hubungannya?" tanya saya semakin heran.

"Anda hanya punya ATM Mandiri, BCA, BSM dan BNI. Tak ada ATM BRI. Karena di daerah pelosok tingkat kabupaten di luar pulau Jawa, kalaupun ada ATM, paling tidak cuma BRI."

Saya pun tertawa, "Halah, kirain apa...! Ente kayak lagi iklan layanan bank aja!"

"Anda rekam kan? Karena saya kebetulan pernah punya klien salah satu direktur di BRI di Sudirman. Anggap saja nanti tulisan Anda itu nanti iklan tersembunyi."

Kami pun tertawa. Pembicaraan pun berlangsung semakin akrab. Banyak hal lainnya yang bisa aku tanyakan dan sepertinya Deswa semakin nyaman dengan nama pemberianku "Deswa", yang aku ambil dari kata "Detektif Swasta".

Sore itu kami habiskan dengan mengobrol dan membuat sebuah kesepakatan tentang kerjasama ke depan untuk membangun jaringan penyidik swasta yang berbasis internet dan masyarakat umum namun tetap dalam komando rahasia. Aku pun masih merasa takjub dari pertemuan pertama hingga kini, saat tulisan ini diterbitkan.

Sepertinya profesi dalam badan penyidik swasta ini memang menjanjikan, apalagi setelah dia menceritakan cerita hebat lainnya dimana dia berhasil memecahkan beberapa kasus besar yang semakin membuatnya melegenda di kalangan orang berduit di negeri ini.

Jasanya menjadi populer dari mulut ke mulut. Namun secara pribadi dia justru memintaku untuk tetap low profile dalam tulisan yang akan kubuat. Dia tak mau orang salah kaprah dengan profesinya, yang kini menjadi pekerjaan yang paling diinginkan di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia, profesi ini baru menggejala selama 10 tahun terakhir ini saja. Namun tampaknya mempunyai prospek yang cerah.

Uniknya lagi adalah job ordernya yang paling sering justru dari paranormal. Sepertinya bangsa ini memang bangsa yang aneh dan masih banyak sebagian orang kaya percaya pada klenik perdukunan, sementara si dukunnya sendiri justru minta bantuan dan memberikan pekerjaan menyidik orang hilang justru pada detektif swasta. Absurd dan aneh kan? Tapi begitulah adanya.

Mulai sejak itu saya memasang iklan diri saya sendiri sebagai kontak langsung partner saya, Bung Deswa, sebegai detektif swasta Indonesia.Meskipun bukan yang pertama tapi yang termasuk salah satu biro penyidik swasta yang paling sering menangani kasus besar negeri ini. Cerita tentang kasus besar yang pernah dilakukan bung Deswa, akan saya sampaikan kemudian di lain tulisan.

Yang jelas saya sudah pegang nomor kontaknya, dan kapanpun ada klien, maka saya adalah kontak akses yang bisa dihubungi siapapun yang membutuhkan. Kontak 081385386583 atau 087878821248

DETEKTIF SWASTA - JASA DETEKTIF
Central Investigasi Agency (layanan investigasi) / detektif swasta yangmeliputi wilayah Indonesia.Bisnis kami terletak di kota jakarta, Indonesia. Kami berada dalam bisnis jasa keamanan, investigasi dan perlindungan sejak tahun 2008. Layanan yang diberikan kepada pemerintah, bisnis /perusahaan dan swasta / pribadi. Untuk mencapaiproyek kami, kami memiliki jaringan agen kedudukan tertinggi dan peralatan canggih untuk mendukung bisnis kami. Semua hal yang diperlukan seperti persiapan, peralatan, teknis & rencana taktis di custom made untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami. Terkait dengan biaya bisnis, kami selalu memberikan klien kami pilihan sehingga mereka dapat mempekerjakan kita untuk yang terbaik biaya rendah mereka mampu.

Apakah detektif swasta? Detektif swasta adalah orang yang bekerja mencari informasi tentang suatu kasus yang bersifat independen, tidak terkait dengan TNI, Polri, dll. Walaupun bisa juga bekerja sama dengan pihak tersebut. Detektif swasta tidak berwenang untuk melakukan tindakan hukum, jadi peran detektif swasta ini hanya untuk mengumpulkan informasi dan mencari kebenaran informasi.

CIA (Central Investigasi Agency) dipakai oleh masyarakat kota-kota besar untuk mencari kebenaran tentang perselingkuhan, dan urusan kantor lainnya. Detektif swasta memiliki kemampuan khusus dalam pengintaian, didukung oleh teknologi kami mampu memberikan informasi terbaik bagi anda dan membuktikan kebenaran informasi dengan baik.

Berdasarkan pengalaman dan profesi kami dalam dunia intelejen dan spionase maka kami membuka untuk publik pelayanan yang professional dan memuaskan di indonesia
kami menerima sewa jasa mata mata (spionase). Detektif swasta (private detective) dan penyelidikan (investigation) dengan sistim yang mudah – murah – aman – dan rahasia klien terjamin.

JIKA ANDA MEMBUTUHKAN JASA DETEKTIF SWASTA hubungi (021)93461965

Google+ Followers

FORM REGISTER KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. webrizal.com - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger