English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Home » » Bujur Badag Galaxi Bekasi - Bukan Bujur Badag Biasa!

Bujur Badag Galaxi Bekasi - Bukan Bujur Badag Biasa!

Written By dobeldobel.com on Senin, 28 November 2011 | 20.26

BUJUR BADAG - (BUBUR CIANJUR - BANYAK DAGING)
Ini Dia Sajian Heboh dari Bubur Ayam Khas Cianjur

Bubur Cianjur yang lebih banyak dagingnya
Galaxi Bekasi - bukankelanakuliner.com
Kalau Anda mengerti bahasa Sunda, pasti tak asing dengan istilah Bujur Badag, yang berarti Bujur = Pantat dan Badag = Besar, atau lengkapnya Pantat Besar. Pengertian pantat besar dalam bahasa Sunda ini memang bisa berkonotasi negatif, bisa juga berarti analogi orang yang makan tempat duduk.

Hehehehe, bahkan ada iklan rokok yang menggunakan konsep bujur badag ini, dimana gambar 3 bokong besar pria yang berebutan tempat duduk, namun mereka tetap berteman. Ah itu mah biasa bukan....


Kang Asep, mengangkat khas daerah kelahirannya
Dan sayangnya bukan itu yang jadi bahasan kuliner kali ini. Tapi Bujur Badag yang saya maksudkan adalah Bubur Cinajur Banyak Daging milik kang Asep. Hmmmm sajian khas Cianjur yang terkenal dengan beras pulennya itu... wah jenis bubur apalagi nih?
Lalu apa istimewanya dengan Bubur Cianjur Banyak Daging yang adanya di kawasan Ruko Galaxi ini? Hmmm, ini dia yang awalnya bikin saya bingung untuk menuliskannya, tapi setelah mencicipi satu porsi bubur ayamnya yang lumayan besar menurut ukuran bubur ayam pada umumnya barulah saya merasakan bedanya.

Dan semakin jelas saja keunikan bubur ayam asli khas Cianjur ini setelah saya ketemu dengan sang pemiliknya, Kang Asep, yang ternyata juga masih se-almamater dengan pengusaha kuliner suskses lainnya dari Entrepreuner University Cikarang. Hmmmmm, tuh apa kan saya bilang, dari awal saya sudah bisa menduga kalau ini pasti ada hubungannya dengan EU atau TDA (Tangan Di Atas) atau komunitas pengusaha muda yang kreatif dan inovatif itu.

(bagian ini sedang disusun penulis.....)

Sementara menunggu hasil  perenungan sesaat setelah menikmati banyaknya kelezatan bubur Cianjur yang lembut di mulut karena khasnya beras Cianjur yang terkenal itu, saya coba mengutip perbandingan antara Bubur Cianjur dengan Bubur Sukabumi dari seorang rekan wartawan.

Bubur Ayam Cianjur vs Bubur Ayam Sukabumi

Jakarta - kulinerkuliner.com

Jika di Bogor ada soto Bogor dan di Bali ada bebek goreng Bali. Nah, di Cianjur juga ada bubur ayam Cianjur yang gurih dan enak. Penasaran kami pun berniat ingin 'mengadu'-nya dengan bubur Sukabumi yang juga tak kalah kondang.

Hmm... tak hanya enak, kedua bubur ayam tersebut juga diracik unik dengan sentuhan yang berbeda. Karenanya kami pun langsung meluncur ke Cianjur untuk membuktikannya sendiri!! Moment 'Pilkada' kemarin membuat sebagian orang, diantaranya termasuk saya yang bukan ber-KTP Jakarta ini dapat menikmati hari libur.


Libur selama tiga hari penuh tersebut tentunya tidak saya sia-siakan begitu saja. Saya dan beberapa teman yang tidak ikut nyoblos, memanfaatkan hari libur tersebut untuk menyambangi kota Cianjur yang menurut seorang teman jajanannya, termasuk bubur ayam layak untuk dicoba.

Akhirnya Jumat sore kami pun melaksanakan niat kami dengan menembus Jakarta - Cianjur selama kurang lebih dua jam perjalanan. Malam mulai menghampiri ketika kami tiba di Cianjur dan disambut dengan semilir angin yang sejuk... Ya, walaupun tak begitu jauh dengan Jakarta suasana ndeso di kota ini masih terasa sangat kental.

Ditambah dengan pemandangan sawah sejauh mata memandang, tak heran Cianjur juga dikenal sebagai kota penghasil beras. Hari yang tengah mulai gelap mennyadarkan kami akan perut kami yang sudah lapar. Hmm... tampaknya tibalah saatnya untuk berburu bubur ayam, apalagi waktunya juga pas karena makanan yang kami cari ini memang buka malam hari. Ditemani seorang teman yang memang kelahiran Cianjur, kami pun tak perlu khawatir kesasar.

Atas sarannya pula pertama-tama kami akan menyambangi bubur ayam Sukabumi yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto. Dalam perjalanan ke tempat tujuan, deretan ruko-ruko tua yang menjual aneka penganan khas Cianjur seperti manisan, beras, dan roti-roti buatan lokal sempat 'menggoda' kami untuk mampir. Untunglah sebelum sempat tergoda kami telah tiba ke tempat tujuan.

Ketika memasuki rumah makan berupa ruko yang terlihat sempit tersebut, ada sedikit keraguan di benak saya. Melihat keraguan itu teman saya pun berbisik, "tempatnya memang kecil dan biasa, tapi bubur ayamnya luar biasa loh," katanya sambil tersenyum meyakinkan.

Akhirnya kami pun mengambil tempat, diantara bangku-bangku kayu yang masih kosong. Berniat membandingkan dengan bubur Cianjur nantinya, agar perut kami tidak cepat penuh dipesanlah setengah porsi bubur ayam. Sayangnya kami harus menunggu agak lama sebelum akhirnya bubur ayam pesanan kami tersaji diatas meja.

Wah, rupanya order setengah porsi tak beda jauh dengan seporsi. Bubur disajikan dalam mangkuk, diberi taburan irisan kecil kulit pangsit goreng dan daun seledri. Yang agak berbeda adalah sajian condiment alias pelengkapnya yang diatata dalam piring kecil.

Isinya, suwiran halus daging ayam kampung, irisan sawi asin dan tahu putih, irisn semur kentang yang tipis dan timun yang djuga diiris tipis. Karena menyiapkan pelengkap inilah maka penyajiannya agak lama. Agaknya inilah versi bubur ayam dengan aliran Cina yang ada di Sukabumi. Suapan pertama membuat saya terkejut, buburnya terasa panas mengigit lidah.

Legit kental menjadi dominasi tekstur bubur ini. Konon ini karena bubur dibuat dari meniran, butiran kecil beras Cianjur asli. Pantas saja aromanya harum sedap! Irisan daging ayam kampung terasa gurih tanpa lemak. Demikian juga irisan sawi asin yang renyah dengan potongan kecil tahu putih. Semur kentangnya juga tak terlalu manis.

Terasa paduan tekstur renyah dan lembut serta rasa gurih, manis, asin dan segar yang sangat seimbang. Karena tak terasa seluruh isi mangkuk dan piringpun licin tandas! Bubur tetap terasa hangat sampai suapan terakhir.

Bubur sedap yang dihargai Rp 10.000,00 per mangkuk ini patut diacungi jempol. Berhubung perut masih kenyang tampaknya kami harus menunda 'ronde' berikutnya. Kesempatan tersebut akhirnya kami gunakan untuk berjalan-jalan menikmati suasana malam kota Cianjur. Persis seperti sebait lagu 'Semalam di Cianjur' ternyata memanglah benar adanya.

Kota Cianjur merupakan kota yang relatif kecil sehingga rasanya dalam waktu sehari saja, Anda pun dapat puas berkeliling sambil mencicipi aneka jajanan khas di kota tersebut. Setelah beberapa saat berkeliling akhirnya kamipun memutuskan menuju Pasar Bojong Meron tempat dimana bubur ayam Cianjur berada.

Rupanya tak jauh dari tempat sebelumnya, sudah tampak gerobak dorong dengan tulisan 'Bubur Ayam Sampurna' yang mangkal bersama deretan jajanan lainnya. Hari yang semakin larut malah semakin membuat tempat ini bertambah ramai.

Tetapi untunglah kami bisa mendapatkan tempat duduk setelah sebelumnya sempat memesan setengah porsi bubur ayam. Berbeda dengan bubur ayam Sukabumi, bubur ayam khas Cianjur ini disajikan seperti bubur ayam gaya Betawi dengan topping ditaruh diatas bubur. Bubur ini diberi toppingnya suwiran halus daging ayam, irisan sawi asin, kacang kedelai goreng plus taburan remasan kerupuk kanji dan emping yang agak halus. Satu topping yang agak berbeda adalah irisan halus usus ayam yang diberi bumbu pepes (kunyit, jahe, bawang putih) dan daun bawang. Usus ayam ini rasanya tak beda jauh dengan pepes.

Sayang sekali saat kami mencicipi masih tercium aroma anyir dari usus. Mungkin saja kurang kering saat memasaknya. Khusus untuk pelengkapnya, disediakan kecap asin cap 'Patkwa Padi' yang konon asli buatan Cianjur. Rasanya memang kalah dengan bubur Sukabumi yang kami cicip pertama. Toppingnya lebih sedikit dan panasnya bubur tidak bertahan lama seperti bubur ayam Sukabumi. Harganya juga berbeda jauh...

Untuk setengah porsi bubur ayam yang kami nikmati, kami hanya membayar Rp 2500,00, sedangkan harga seporsi bubur ayam Rp 3500,00. Cukup murah bukan? Nah, kalau lewat Cianjur, Anda bisa singgah di salah satu warung bubur ayam ini. Kecuali bisa menghangatkan badan, harganya juga tak terlalu mahal.

Bubur Ayam Sukabumi Jl. HOS Cokroaminoto (depan manisan Mulia Sari) Harga: Rp 10.000,00
Bubur Ayam Cianjur Pasar Bojong Meron Harga: Rp 2500,00 - Rp 3500,00

sumber : (dev/Odi - detikfood.com)

0 komentar:

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. webrizal.com - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger